Berita Parlemen

H. M. Husni : Kepatuhan Warga Perkuat Mitigasi Erupsi Gunung Api

husni

JAKARTA, FraksiGerindra.id — Kapoksi Gerindra Komisi VIII DPR RI, H. M. Husni menilai meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap peringatan dini menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat mitigasi bencana erupsi gunung api. Kesadaran warga untuk segera menjauh dari zona bahaya dinilai mampu membantu menekan risiko jatuhnya korban jiwa.

Menurut Husni, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan erupsi semakin memahami langkah yang perlu dilakukan ketika aktivitas gunung api mengalami peningkatan. Kepatuhan terhadap arahan evakuasi menjadi bagian penting dalam keberhasilan penanganan bencana.

“Yang pasti kita bisa lihat dan bisa hitung dari korbannya. Tingkat kepatuhan dari masyarakat di daerah kebencanaan, terutama gunung merapi, itu sudah baik dan bagus sekali,” kata Husni saat ditemui Parlementaria di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Ia mengatakan, ketika peringatan peningkatan aktivitas gunung disampaikan, masyarakat cenderung segera meninggalkan kawasan berbahaya dan menuju lokasi pengungsian. Pola kesiapsiagaan tersebut, menurutnya, terlihat dalam penanganan sejumlah erupsi, termasuk Gunung Sinabung dan gunung api di Jawa Timur.

“Kita bisa lihat di Jawa Timur itu zero tingkat kematian. Yang kemarin juga di Sinabung itu enggak ada korban jiwa,” ujar legislator dari Fraksi Partai Gerindra itu.

Husni menilai kondisi tersebut menunjukkan semakin kuatnya pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana. Warga tidak hanya mengetahui jalur evakuasi, tetapi juga telah memiliki pola dalam menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi gunung.

Menurutnya, dalam situasi tertentu, warga masih dapat kembali beraktivitas ketika kondisi dinilai aman. Namun, mereka tetap mengikuti arahan dan kembali ke lokasi pengungsian ketika risiko meningkat.

“Kalau siang dilihatnya aman, mereka tetap bekerja seperti biasa. Tapi mereka tetap patuh, mereka balik ke kamp pengungsian,” tuturnya.

Husni menilai edukasi kebencanaan dan sistem peringatan dini perlu terus diperkuat agar tingkat kepatuhan masyarakat dapat dipertahankan. Menurutnya, keberhasilan mitigasi tidak hanya diukur dari seberapa besar kerusakan yang dapat ditekan, tetapi terutama dari kemampuan mencegah jatuhnya korban jiwa.

Ia juga menyoroti pentingnya pengamanan wilayah yang ditinggalkan warga selama proses evakuasi. Kehadiran aparat dinilai dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang harus meninggalkan rumah maupun harta benda mereka selama berada di pengungsian.

“Area yang terkena dampak letusan gunung merapi itu dijaga, dikawal sama TNI dan Polri,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan, Husni berharap kesiapsiagaan menghadapi erupsi gunung api dapat semakin kuat sehingga risiko terhadap keselamatan warga dapat terus diminimalkan.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *