Berita Parlemen

M. Husni Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026 dan Respons Cepat Penanganan Bencana

Anggota Komisi VIII DPR RI M Husni Foto Farhan Karisma20260813103339

JAKARTA, FraksiGerindra.id — Kapoksi Gerindra Komisi VIII DPR RI, H. M. Husni mengapresiasi capaian kinerja pada dua sektor yang menjadi perhatian Komisi VIII sepanjang 2026, yakni penyelenggaraan ibadah haji serta penanganan bencana alam oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian dan lembaga terkait.

Menurut Husni, penyelenggaraan ibadah haji 2026 menunjukkan hasil positif, terutama dari sisi pengelolaan jemaah, kelancaran pelaksanaan ibadah, hingga kinerja petugas haji di lapangan.

Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menilai pelaksanaan haji tahun ini menjadi salah satu yang terbaik. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah rendahnya angka kematian jemaah dibandingkan dengan pelaksanaan pada periode sebelumnya.

“Pengawasan haji menjadi salah satu yang terbaik untuk tahun 2026 ini. Angka jemaah yang meninggal dunia kecil, aturan pelaksanaan dan ritme rute berjalan lancar, serta kualitas petugas haji hasil rekrutmen tahun ini bekerja maksimal,” ujarnya di Gedung Nusantara II, Jakarta, pada Selasa (1/9/2026).

Selain penyelenggaraan haji, Husni juga memberikan perhatian terhadap kinerja penanganan bencana yang dilakukan BNPB bersama Kementerian Sosial dan berbagai unsur terkait.

Legislator Daerah Pemilihan Sumatera Utara I tersebut menilai koordinasi lintas lembaga dalam merespons sejumlah bencana alam telah berjalan dengan baik, mulai dari tahap tanggap darurat hingga memasuki proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Husni mencontohkan penanganan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada November 2025. Menurutnya, penanganan dampak bencana tersebut dapat dilakukan secara relatif cepat melalui kerja sama berbagai instansi.

Dalam kurun waktu beberapa bulan, penanganan telah bergeser dari fase tanggap darurat menuju tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan kondisi masyarakat dan wilayah terdampak.

Ia juga menyoroti respons pemerintah terhadap gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Menurut Husni, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

“Dalam jangka tiga hingga empat bulan, dampak banjir bandang di Sumatera tertangani dengan baik dan saat ini sudah masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Begitu pula penanganan gempa di NTT 15 Agustus 2026 lalu, penyiapan dapur umum, bantuan tenda rumah tangga, dan pemenuhan logistik warga bergerak cepat dan tertata rapi,” pungkasnya.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *