JAKARTA, FraksiGerindra.id — Kapoksi Gerindra Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah memperluas pengembangan industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) ke luar Pulau Jawa, termasuk Sumatera. Persebaran lokasi industri dinilai penting untuk memperkuat pemerataan industri sekaligus mengurangi ketergantungan pada distribusi kendaraan melalui jalur laut.
Selain persoalan lokasi industri, Bambang meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengkaji lebih dalam aspek keselamatan kendaraan listrik, terutama saat diangkut menggunakan kapal. Menurutnya, pertumbuhan industri EV perlu diikuti dengan kesiapan mitigasi terhadap potensi risiko kebakaran dalam proses distribusi.
“Hanya memang kami sampai sekarang belum pernah mendapatkan ataupun masyarakat belum pernah mendapatkan pengetahuan tentang bahayanya mobil listrik pada saat mereka menggunakan transportasi angkutan laut,” ujar Bambang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Komisi VII DPR RI tentang Pengembangan Ekosistem dan Daya Saing Industri Kendaraan Listrik Nasional di Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menyatakan dukungan terhadap pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Namun, ia menilai aspek keselamatan harus menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistem EV, khususnya dalam proses pengangkutan antarpulau.
Bambang menyoroti potensi kebakaran kendaraan listrik ketika berada di atas kapal. Menurutnya, karakteristik kebakaran kendaraan listrik membutuhkan penanganan khusus sehingga pemerintah perlu memastikan prosedur keselamatan dan mitigasi telah dipersiapkan dengan baik.
“Sampai sekarang masih dilarang karena seringnya terjadi kebakaran pada saat angkutan itu sendiri dan bila terjadi kebakaran itu tidak bisa dipadamkan dan pasti habis termasuk kapalnya,” katanya.
Karena itu, ia meminta Kemenperin melakukan kajian komprehensif mengenai keselamatan kendaraan listrik seiring dengan meningkatnya produksi EV di dalam negeri. Kajian tersebut diharapkan tidak hanya mencakup proses produksi, tetapi juga pengangkutan dan distribusi kendaraan ke berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Bambang, pengembangan industri kendaraan listrik yang lebih merata dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kebutuhan pengiriman kendaraan melalui jalur laut. Ia menilai pusat-pusat produksi baru dapat dikembangkan di wilayah dengan pasar yang besar, termasuk Sumatera.
“Kalau bisa industrinya itu disebar Pak, di Sumatera juga. Sehingga enggak perlu nyebrang pakai kapal,” ujarnya.
Ia menilai pemerataan lokasi industri juga dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah. Kehadiran fasilitas produksi di luar Jawa berpotensi membuka lapangan kerja baru, memperkuat rantai pasok lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan industri pendukung kendaraan listrik.
Di sisi lain, Bambang tetap menekankan pentingnya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pengembangan EV. Menurutnya, pertumbuhan industri kendaraan listrik perlu memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi industri nasional.
“Saya kira kami menyambut baik kalau TKDN-nya mencapai 80 persen. Yang ini yang kita harapkan,” pungkas Legislator Dapil Jawa Timur I itu.





