Berita Parlemen

Tingkat Kegemaran Membaca Papua Masih Tertinggal, La Tinro Dorong Fokus Program ke Wilayah 3T

la tinro 1

JAKARTA, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi X DPR RI, La Tinro La Tunrung menyoroti masih rendahnya Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di kawasan Indonesia Timur, khususnya Papua, yang dinilai tertinggal jauh dibandingkan rata-rata nasional. Ia menyebutkan bahwa indeks TGM Papua masih berada di bawah capaian nasional yang saat ini tercatat sebesar 72,44.

Menurut La Tinro, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena tidak sejalan dengan tren nasional yang relatif menunjukkan perbaikan. Ia menilai kesenjangan literasi antardaerah masih sangat nyata, terutama di wilayah timur Indonesia.

“Kalau kita melihat lagi angka-angka masalah Tingkat Kegemaran Membaca (TGM), khususnya di Indonesia Timur dan lebih terkhusus di Papua, hal ini sangat mengherankan karena angkanya berada di 38,8 persen, jauh di bawah standar nasional,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2026).

Berdasarkan data Survei Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat yang dirilis Badan Pusat Statistik, sejumlah provinsi di Papua tercatat sebagai wilayah dengan indeks TGM terendah di Indonesia. Beberapa di antaranya yakni Papua Pegunungan 59,29; Papua Barat Daya 54,89; Papua Selatan 54,82; Papua Tengah 52,06; Papua 50,86; serta Papua Pegunungan dengan skor terendah sebesar 38,83.

Di tengah keterbatasan anggaran dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, La Tinro mendorong agar Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dapat memprioritaskan alokasi anggaran ke wilayah-wilayah dengan capaian TGM yang masih rendah. Ia menilai kebijakan afirmatif perlu diarahkan secara lebih fokus ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), terutama di kawasan Indonesia Timur.

“Saya hanya ingin menyampaikan satu saran, dengan dana yang terbatas ini mengapa tidak kita fokuskan kepada daerah-daerah yang TGM-nya masih sangat rendah, khususnya wilayah 3T serta Indonesia Timur, terutama Papua,” katanya.

La Tinro berharap pada tahun 2026 kebijakan dan program literasi Perpusnas dapat lebih berpihak kepada daerah tertinggal, sehingga kesenjangan literasi antardaerah dapat diperkecil dan pemerataan kualitas sumber daya manusia di seluruh Indonesia dapat semakin ditingkatkan.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *