MAKKAH, FraksiGerindra.id — Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Abdul Wachid, mengapresiasi proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia menuju Arafah dari Sektor 5 Raudhah, Makkah, yang dinilai berlangsung tertib dan terorganisasi dengan baik.
Hingga Jumat (22/5/2026) siang, sekitar 3.500 jemaah dari 10 kelompok terbang (kloter) mulai diberangkatkan menuju lokasi puncak ibadah haji dengan dukungan armada bus yang telah disiapkan sejak pagi hari.
“Alhamdulillah ini sampai saat ini jam 12 siang ada sekitar 10 kloter yang akan diberangkatkan yaitu sekitar 3.500 jemaah dan saya lihat bus sudah antrean cukup panjang dan mudah-mudahan ini berjalan dengan baik,” ujar Wachid saat melepas jemaah di Hotel 502 Safwat Alshuruq di Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, koordinasi antara petugas haji, ketua regu, dan ketua rombongan berjalan efektif sehingga proses keberangkatan dapat berlangsung tertib tanpa kerumunan maupun desakan antarjemaah.
“Saya lihat di sini pemberangkatan jemaah, karu, ketua regu dan ketua rombongan bisa mengendalikan para jemaahnya tidak terburu-buru keluar. Jadi mereka tertib,” katanya.
Wachid menilai ketertiban menjadi faktor penting dalam mengantisipasi potensi kekacauan saat perpindahan massal jemaah menuju kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia berharap pola pengendalian yang diterapkan di Sektor 5 dapat terus dijalankan selama proses ibadah di Armuzna berlangsung.
Selain memastikan kesiapan transportasi reguler, Timwas DPR RI juga memantau pelayanan bagi jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Menurut Wachid, jemaah sakit yang masih mampu berjalan telah disiapkan bus khusus sehingga tidak seluruhnya harus menggunakan ambulans.
“Jemaah yang sakit yang masih bisa jalan memang ini tidak perlu ambulans, tapi pakai bus yang khusus,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Abdul Wachid berharap seluruh proses perjalanan jemaah menuju Armuzna dapat berjalan lancar tanpa adanya jemaah yang tertinggal maupun harus berjalan kaki akibat kendala transportasi.
“Kami berharap nanti para ketua regu, ketua rombongan dan kerja sama dengan syarikat dan para petugas haji bisa dikendalikan dengan baik,” pungkasnya.





