Berita Parlemen

Perkuat Kesadaran Kebangsaan, Yan Mandenas Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Abepura

WhatsApp Image 2025 09 23 at 13.22.32 34c6f213

JAKARTA, Fraksigerindra.id — Upaya memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara kembali digelorakan Anggota MPR RI Yan Permenas Mandenas. Sabtu (6/9/2025), ia hadir di Kelurahan Vim, Abepura, Kota Jayapura,  untuk Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diikuti tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh perempuan, aktivis lingkungan, pemerhati sosial, hingga warga sekitar. Suasana aula kelurahan yang dipenuhi ratusan peserta terasa hangat, mencerminkan semangat kebersamaan dan rasa ingin tahu yang tinggi.

Dalam paparannya, Yan menekankan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan, tetapi pedoman hidup yang relevan menjawab tantangan Papua hari ini. Menurutnya, berbagai konflik lokal di Tanah Papua tidak dapat dipandang hanya sebagai perbedaan budaya atau identitas.

“Konflik seringkali bukan hanya soal perbedaan, tapi tentang ketimpangan dan rasa tidak adil. Jika nilai-nilai Pancasila benar-benar dijalankan, masyarakat akan belajar menyelesaikan perbedaan lewat dialog, bukan kekerasan,” tutur Legislator Partai Gerindra tersebut.

Ia menilai, kehadiran negara yang konsisten dalam pemenuhan hak dasar masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, akan menjadi benteng pertama menjaga keutuhan NKRI. Yan juga menyinggung program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini gencar dijalankan di berbagai daerah.

“Ketahanan daerah itu lahir dari bawah. Saat masyarakat merasakan negara hadir dalam pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, termasuk lewat program seperti MBG, mereka akan menjadi garda terdepan menjaga persatuan,” tegas anggota Komisi XIII DPR RI ini.

Di hadapan peserta yang didominasi kaum muda, Yan memberi perhatian khusus pada peran pendidikan. Ia mendorong agar kurikulum di wilayah Papua tidak semata-mata menyalin dari pusat, tetapi disesuaikan dengan kearifan lokal agar anak-anak tumbuh sebagai pribadi yang kritis sekaligus bangga dengan identitasnya.

“Anak-anak Papua harus bangga menjadi bagian dari Indonesia. Tapi mereka juga harus melihat nilai-nilai lokal sebagai kekuatan, bukan beban,” ungkapnya. “Pendidikan yang membumi akan melahirkan warga negara yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter.”

Selain pendidikan, Yan menekankan pentingnya pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi rakyat sebagai fondasi ketahanan nasional. Baginya, kesejahteraan bukan janji politik semata, melainkan hak konstitusional yang dijamin negara. “Kalau rakyat sejahtera, mereka tidak mudah diprovokasi atau dimanipulasi oleh kepentingan sempit,” pungkasnya disambut tepuk tangan hadirin.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *