MEDAN, FraksiGerindra.id — Komisi XII DPR RI menemukan dugaan kecurangan yang melibatkan 125 sopir truk tangki bahan bakar minyak (BBM) saat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatera Utara, Rabu (15/7/2026).
Dugaan kecurangan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terganggunya distribusi BBM dari terminal penyimpanan menuju sejumlah SPBU di wilayah Sumatera Utara.
Inspeksi dipimpin oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Ade Jona Prasetyo. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Utara Benny Sihotang, Anggota DPRD Kota Binjai Fraksi Partai Gerindra Ronggur, serta Wakil Wali Kota Medan Zakkiyuddin Harahap.
Salah satu lokasi yang ditinjau adalah SPBU di Jalan Kapten Sumarsono, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang.
Dalam keterangannya, Ade Jona mengungkapkan adanya dugaan praktik kecurangan yang dilakukan oleh 125 sopir truk tangki BBM. Persoalan tersebut diduga berdampak terhadap kelancaran penyaluran bahan bakar dari depot menuju SPBU.
“Tadi sudah dijelaskan masalah fraud ada 125 sopir yang begitu. Tapi kita terus koordinasi supaya langsung bisa menyelesaikan hal ini dan membawa tangki yang ada di depot untuk segera didistribusikan,” ujar Ade.
Untuk mempercepat pemulihan distribusi, Komisi XII DPR RI bersama Pertamina dan Elnusa Petrofin telah menyepakati sejumlah langkah strategis.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menambah 161 armada mobil tangki untuk memperkuat distribusi BBM ke seluruh SPBU di Sumatera Utara.
Selain penambahan armada, sekitar 100 pengemudi mobil tangki dari berbagai daerah juga akan dialihkan sementara ke Sumatera Utara untuk membantu mempercepat penyaluran BBM.
“Solusinya dari hasil pertemuan dengan Pertamina dan Elnusa, pihaknya akan menambah 161 armada untuk pendistribusian minyak ke seluruh SPBU Sumut dan ada sekitar seratus sopir distribusi BBM dari beberapa daerah dialihkan ke Sumatera Utara untuk sementara waktu,” jelasnya.
Ade optimistis penambahan armada dan pengemudi dapat mempercepat distribusi BBM dari terminal penyimpanan menuju SPBU yang mengalami kekosongan stok.
Ia menegaskan bahwa kondisi yang terjadi di Sumatera Utara bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan BBM, melainkan akibat terganggunya proses distribusi.
“Hari ini kami memastikan stok BBM masih cukup. Tapi kami minta secepat-cepatnya kepada pihak terkait, baik Pertamina maupun Elnusa Petrofin, untuk segera mengeksekusi pendistribusian minyak ke SPBU,” katanya.
Ade juga mengapresiasi langkah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang menyiapkan personel TNI dan Polri untuk membantu mengemudikan mobil tangki BBM.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterlibatan personel TNI dan Polri tersebut hanya bersifat sementara untuk membantu mengatasi gangguan distribusi.
Menurut Ade, Elnusa Petrofin tetap harus segera menyelesaikan persoalan internal yang menjadi penyebab terganggunya penyaluran BBM agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Komisi XII DPR RI juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.
Masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan karena stok bahan bakar nasional dipastikan masih mencukupi.
“Kita minta masyarakat tetap tenang, jangan panic buying. Beli secukupnya. Karena stok BBM aman, hanya distribusinya saja yang perlu diperbaiki,” ujar Ade.
Meski sejumlah langkah percepatan telah disiapkan, antrean panjang kendaraan masih terlihat di beberapa SPBU di Kota Medan. Sejumlah SPBU bahkan terpaksa menghentikan sementara operasional karena kehabisan stok BBM.
Di kawasan Jalan Jamin Ginting, beberapa SPBU masih tutup hingga malam hari akibat belum memperoleh pasokan. Sementara itu, antrean panjang juga terjadi di SPBU kawasan Brayan.
Antrean tersebut melibatkan kendaraan roda dua, mobil pribadi, truk, hingga kendaraan kontainer dan menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi. Di SPBU tersebut juga terpasang pemberitahuan bahwa stok solar telah habis.
Kondisi serupa terlihat di SPBU yang menjadi lokasi inspeksi Komisi XII DPR RI. Kendaraan besar maupun kecil memadati area pengisian BBM hingga antreannya meluber ke badan jalan.
Komisi XII DPR RI meminta Pertamina dan Elnusa Petrofin segera merealisasikan seluruh langkah yang telah disepakati, termasuk menambah armada mobil tangki dan mengalihkan sementara pengemudi dari daerah lain ke Sumatera Utara.
Selain itu, dugaan kecurangan yang melibatkan 125 sopir truk tangki BBM diharapkan segera ditindaklanjuti secara menyeluruh agar persoalan serupa tidak kembali menghambat distribusi dan pelayanan BBM kepada masyarakat.





