Berita Parlemen

Komisi XII Apresiasi Produksi B50 Plaju, Distribusi Energi Sumbagsel Diminta Diperbaiki

ramson

PALEMBANG, FraksiGerindra.id — Komisi XII DPR RI menilai produksi bahan bakar nabati B50 di Kilang Pertamina Plaju, Sumatera Selatan, telah berjalan dengan baik. Namun, persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan pasokan listrik di sejumlah wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dinilai masih perlu mendapat perhatian.

Anggota Komisi XII DPR RI, Ramson Siagian mengatakan, sejumlah persoalan tersebut menjadi perhatian dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII ke fasilitas energi di Sumatera Selatan. Selain melihat kondisi dan keandalan kilang, rombongan turut meninjau perkembangan produksi B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

“Untuk B50, prosesnya berjalan dengan baik dan hasilnya optimal. Produk-produk lain juga berjalan dengan baik. Jadi target untuk B50 dari Pertamina Kilang Plaju itu semua berjalan dengan baik,” ujar Ramson usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (4/9/2026).

Ramson menilai kinerja Kilang Pertamina Plaju yang telah berjalan optimal perlu dipertahankan. Menurutnya, keberadaan fasilitas energi di kawasan Sumbagsel tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Meski demikian, Komisi XII masih menemukan persoalan dalam distribusi BBM, terutama solar bersubsidi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah masih adanya antrean panjang kendaraan di sejumlah jalur Trans Sumatra.

Ramson menilai persoalan tersebut perlu segera ditangani agar ketersediaan BBM bagi masyarakat maupun pelaku usaha tetap terjaga. Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi juga dapat mendorong sebagian konsumen beralih menggunakan BBM bersubsidi sehingga meningkatkan tekanan terhadap pasokan solar subsidi.

“Pada saat harga nonsubsidi meningkat mungkin ada switch dari menggunakan BBM nonsubsidi ke subsidi. Ini sehingga kadang-kadang ada kelangkaan untuk solar bersubsidi. Itu sudah kita minta segera diselesaikan dengan baik,” katanya.

Selain distribusi BBM, Komisi XII turut menyoroti keandalan pasokan listrik di kawasan Sumbagsel. Ramson menyebut kondisi kelistrikan di Sumatera Selatan relatif baik, tetapi PLN tetap didorong untuk memastikan kebutuhan listrik di wilayah lain dalam kawasan Sumbagsel dapat terpenuhi.

“Jadi, kita ingin pertama sebagai lumbung energi agar pengadaan energi untuk Sumbagsel, yaitu BBM baik bersubsidi-non subsidi dan juga listrik, distribusi listrik agar berjalan dengan baik,” jelasnya.

Menurut Ramson, status Sumbagsel sebagai salah satu kawasan lumbung energi perlu diikuti dengan sistem distribusi yang mampu menjamin ketersediaan energi secara merata. Dengan demikian, produksi energi yang besar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di wilayah penghasil maupun mendukung kebutuhan nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi XII juga membahas persoalan lingkungan yang berkaitan dengan kegiatan PT Bukit Asam Tbk. Untuk mendalami persoalan tersebut, Komisi XII menghadirkan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup.

Ramson mengatakan, Ditjen Gakkum telah menyampaikan sejumlah catatan yang perlu ditindaklanjuti oleh Bukit Asam. Menurutnya, perusahaan telah menyatakan kesediaan untuk menjalankan rekomendasi tersebut.

“Sudah ada kesepakatan dari Bukit Asam untuk menjalankan catatan-catatan dari Dirjen Gakkum,” ujarnya.

Ramson menegaskan, penguatan sektor energi di Sumbagsel harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek produksi dan distribusi hingga kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan. Hal tersebut penting agar posisi kawasan sebagai salah satu lumbung energi nasional dapat memberikan manfaat optimal tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.

Terkait produksi B50, Ramson juga mengingatkan bahwa keberhasilan yang dicapai Kilang Pertamina Plaju perlu diikuti oleh fasilitas pengolahan Pertamina lainnya. Dengan demikian, pengembangan B50 dapat berjalan lebih luas dan mendukung kebijakan penguatan ketahanan energi nasional.

“Untuk Pertamina Plaju kita melihat tadi sudah berjalan dengan baik. Tapi kan bukan hanya Pertamina Kilang Plaju yang memproduksi B50, juga kilang-kilang lain yang ada milik Pertamina atau yang di Indonesia,” katanya.

Ramson menambahkan, berbagai temuan dan catatan yang diperoleh selama kunjungan kerja akan dirumuskan bersama tim ahli Komisi XII serta pihak Pertamina, PLN, dan Bukit Asam.

Hasil pembahasan tersebut selanjutnya akan dibawa dalam pertemuan dengan jajaran direksi perusahaan terkait serta kementerian di Jakarta, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Untuk Pertamina dengan direksi, kalau PLN juga dengan direksi PLN di Jakarta dan juga dengan Kementerian ESDM,” pungkasnya.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *