Meski Komisi V DPR RI belum melakukan evaluasi resmi melalui rapat kerja, sejumlah informasi awal dari Kementerian Perhubungan menunjukkan adanya peningkatan pergerakan masyarakat yang mencapai sekitar 147 juta orang, disertai dengan penurunan tingkat fatalitas kecelakaan.
“Dalam pelaksanaan mudik dan arus balik ini terdapat kenaikan tingkat pergerakan manusia sekitar 147 juta. Namun, alhamdulillah ada penurunan tingkat fatality. Kondisi ini kami apresiasi. Ini menjadi kolaborasi yang bagus antara seluruh stakeholder,” Kata Danang di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Danang juga menyoroti peran sejumlah lembaga dalam mendukung kelancaran mudik, seperti Kementerian Perhubungan sebagai leading sector, Kementerian Pekerjaan Umum dalam penyediaan infrastruktur jalan, BMKG dalam penyampaian informasi cuaca, serta Basarnas dalam kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
“Kementerian perhubungan menjadi leading sektor kemudian di support oleh kementerian PU untuk seluruh infrastruktur dan kemudian dari BMKG untuk yang selalu menginfokan banyak cuaca kemudian juga Basarnas kesiapsiagaan apabila terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi peran Korlantas Polri yang dinilai aktif memberikan informasi lalu lintas secara real time kepada masyarakat, termasuk terkait rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan sistem one way yang membantu memperlancar arus kendaraan.
“Dan kita juga menyampaikan apresiasi kepada Korlantas yang selalu menginformasikan tepat waktu bagaimana kapan contraflow, oneway sehingga memperlancar jalannya mudik,” pungkasnya.