JAKARTA, Fraksigerindra.id — Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi menilai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bojongkulur patut menjadi role model pengembangan pembangunan desa. Menurut Mulyadi, Bumdes Bojongkulur telah mengubah sebuah musibah (banjir) menjadi berkah, Yaitu, dengan memanfaatkan area pinggir sungai Cikeas menjadi desa wisata melalui pemanfaatan teknologi yang sangat baik.

“Kemampuan mengkonversi potensi-potensi ini adalah suatu keberhasilan BUMDes Bojongkulur dan masyarakat sekitarnya,” ujar Mulyadi saat meninjau Dermaga 6 Desa Wisata Bojongkulur dan Pasar Bojongkulur, Gunung Putri, Bogor, Kamis (16/03/2023).

Mulyadi menilai, BUMDes Bojongkulur dapat dijadikan role model bagi pengelolaan pengembangan pembangunan desa di daerah-daerah lain.

“Saya sampaikan ke Pak Dirjen, tolong ini jadi role model terhadap pola pengembangan pembangunan desa, bukan saja mandiri tapi betul-betul menjadikan contoh untuk di wilayah lain. Tadi kepala desa juga curhat, misalnya, dengan jumlah penduduk dia mendapatkan alokasi dana desa dengan jumlah desa lain yang jumlah penduduknya cuma 5 ribu. Ini menjadi masukan kepada Kemendes untuk terus melakukan revisi-revisi dan perbaikan-perbaikan aturannya,” ungkap Politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

Mulyadi juga menilai bahwa  penggunaan dana desa oleh BUMDes Bojongkulur sudah tepat sasaran dan berkembang cukup bagus. Dirinya meminta pelayanan ini dapat lebih ditingkatkan, karena dengan adanya peran serta BUMDes dalam membangun pasar dan desa wisata ini memiliki multiplier effect bagi peningkatan kesetaraan ekonomi masyarakat desa.

“Tidak semua negara bisa mengakomodir membangun pasar-pasar. Selama ini pasar baru tingkat kecamatan, desa Bojongkulue punya pasar sendiri yang dikelola oleh BUMDes saya kira itu percontohan yang bagus,” tutupnya.

Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *