Berita Parlemen

Kabut Asap Hambat Penerbangan ke Wamena, Sriyanto Saputro Minta Pemerintah Pastikan Kelancaran Distribusi Logistik

Anggota Komisi V Sriyanto Saputro dalam diskusi pada kunjungan kerja reses di Wamena Papua Pegunung20261014160944

WAMENA, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi V DPR RI Sriyanto Saputro meminta pemerintah segera mengambil langkah antisipatif untuk memastikan distribusi logistik ke Papua Pegunungan tetap berjalan di tengah gangguan penerbangan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius mengingat transportasi udara masih menjadi salah satu jalur utama dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pengiriman berbagai kebutuhan pokok ke wilayah tersebut.

“Terkait dengan karhutla, hal ini perlu dipantau dalam waktu dekat. Jika kondisi tersebut berdampak pada jalur udara, termasuk distribusi atau dropping kebutuhan seperti makanan dan bahan bangunan yang tidak dapat dilakukan, perlu dicarikan solusi,” tegas Sriyanto dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI dengan para pemangku kepentingan di Wamena, Papua Pegunungan, Senin (12/10/2026).

Gangguan kabut asap dilaporkan telah menghambat aktivitas penerbangan dari Jayapura menuju Wamena. Situasi tersebut turut memengaruhi mobilitas masyarakat serta proses pengiriman kebutuhan logistik, termasuk bahan pangan dan material bangunan yang selama ini bergantung pada layanan transportasi udara.

Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian lantaran jalur darat Trans Papua belum sepenuhnya dapat diandalkan sebagai alternatif distribusi. Keterbatasan akses transportasi darat membuat kelancaran penerbangan memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pasokan barang dan memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah pegunungan.

Sriyanto menekankan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan karakteristik geografis Papua Pegunungan dalam merumuskan langkah penanganan. Menurutnya, kondisi topografi dan lingkungan setempat menjadi faktor penting agar kebijakan yang diambil dapat diterapkan secara efektif serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Namun, untuk itu perlu dipahami terlebih dahulu kondisi topografi dan lingkungan di sana. Setidaknya, perlu dicarikan solusi,” ujarnya.

Sementara itu, kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Papua Selatan, termasuk Merauke, dilaporkan telah menyebar hingga sejumlah daerah di Papua Pegunungan. Wilayah yang terdampak antara lain Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan Wamena.

Berdasarkan laporan penanganan karhutla, sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan. Namun, masih terdapat beberapa lokasi kebakaran yang belum dapat dijangkau petugas, sehingga penanganan di lapangan masih menghadapi kendala.

Sriyanto menilai gangguan terhadap jalur penerbangan perlu diantisipasi karena berpotensi menghambat distribusi bahan pangan, material bangunan, dan kebutuhan masyarakat lainnya. Terlebih, keterbatasan akses transportasi alternatif dapat memperbesar dampak gangguan logistik apabila kondisi kabut asap berlangsung berkepanjangan.

Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat menyiapkan langkah penanganan yang mempertimbangkan kondisi wilayah serta keterbatasan infrastruktur transportasi di Papua Pegunungan. Upaya tersebut diperlukan untuk menjaga kesinambungan distribusi barang sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meskipun aktivitas penerbangan mengalami gangguan.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *