Berita Parlemen

Abu Vulkanik dan Kemarau Landa Lampung, Ruby Chairani Salurkan Masker dan Air Bersih

WhatsApp Image 2026 09 09 at 11.04.58 1

LAMPUNG, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Gerindra Ruby Chairani Syiffadia menyalurkan bantuan masker dan air bersih kepada masyarakat Lampung yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sekaligus menghadapi keterbatasan pasokan air akibat musim kemarau.

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah di Lampung. Sejak Sabtu (5/9/2026), paparan abu dilaporkan dirasakan masyarakat di sejumlah daerah, termasuk Bandar Lampung dan Lampung Selatan.

Pada saat yang sama, sebagian wilayah Lampung masih berada dalam periode musim kemarau sehingga kebutuhan masyarakat terhadap air bersih turut meningkat. Kondisi tersebut membuat masyarakat menghadapi dua persoalan sekaligus, yakni dampak abu vulkanik dan keterbatasan air bersih.

Merespons kondisi tersebut, Ruby menginstruksikan tim di daerah pemilihannya untuk segera menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Bantuan air bersih disalurkan kepada warga di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Sementara itu, masker dibagikan kepada masyarakat di Bandar Lampung, Tanjung Bintang, dan Natar untuk membantu mengurangi paparan abu vulkanik.

Ruby mengatakan, bantuan tersebut merupakan langkah awal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dinilai paling mendesak.

“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan masyarakat mendapatkan bantuan yang benar-benar mereka butuhkan. Di satu sisi ada warga yang harus menghadapi paparan abu vulkanik, sementara di sisi lain kebutuhan air bersih meningkat karena kondisi kemarau. Karena itu, kami bergerak dengan membagikan masker sekaligus menyalurkan air bersih,” kata Ruby.

Menurut Ruby, dampak abu vulkanik perlu mendapat perhatian karena berpengaruh langsung terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat. Paparan abu dapat menimbulkan ketidaknyamanan, terutama ketika masyarakat harus tetap menjalankan kegiatan sehari-hari di luar rumah.

“Abu vulkanik bukan hanya membuat lingkungan menjadi kotor, tetapi juga dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Ada warga yang mengeluhkan mata perih, tenggorokan tidak nyaman, hingga gangguan pernapasan. Penggunaan masker menjadi salah satu bentuk perlindungan sederhana yang perlu terus kita dorong,” ujarnya.

Ruby juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Kita tidak ingin masyarakat panik, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga. Ikuti arahan pemerintah, gunakan masker ketika beraktivitas di wilayah yang masih terdampak abu, dan kurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara tidak baik,” katanya.

Selain persoalan abu vulkanik, Ruby menilai kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah juga perlu terus dipantau selama musim kemarau. Menurutnya, gangguan terhadap ketersediaan air akan berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat.

WhatsApp Image 2026 09 09 at 11.04.59 1

WhatsApp Image 2026 09 09 at 11.05.00

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Ketika pasokan air mulai terganggu, dampaknya langsung dirasakan keluarga. Karena itu saya meminta tim di lapangan terus berkomunikasi dengan masyarakat untuk melihat wilayah mana yang membutuhkan bantuan berikutnya,” kata legislator dari daerah pemilihan Lampung I tersebut.

Ruby menegaskan bahwa penanganan kondisi darurat membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi terkait, hingga unsur masyarakat agar respons terhadap kebutuhan warga dapat berjalan cepat dan tepat.

“Kondisi seperti ini mengingatkan kita bahwa mitigasi bencana tidak hanya bicara ketika bencana terjadi. Kesiapsiagaan, distribusi bantuan, informasi yang akurat, sampai perlindungan kesehatan masyarakat semuanya harus berjalan bersamaan,” ujarnya.

Ia berharap aktivitas Gunung Anak Krakatau segera mereda dan kondisi masyarakat di Lampung berangsur kembali normal.

“Yang terpenting sekarang adalah kita saling menjaga. Pemerintah terus bekerja, masyarakat tetap waspada, dan semua pihak yang memiliki kemampuan harus ikut membantu. Insyaallah, dengan gotong royong, masyarakat Lampung bisa melewati situasi ini dengan baik,” pungkas Ruby.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *