JAKARTA, FraksiGerindra.id — Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja dengan Kementerian Haji dan Umrah untuk membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, dengan fokus pada dinamika global yang belum stabil.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menyoroti kondisi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, terutama konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Ia menilai situasi tersebut berpotensi memengaruhi harga minyak dunia serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang pada gilirannya bisa meningkatkan biaya penyelenggaraan ibadah haji.
“Komisi VIII ingin mendapatkan penjelasan apakah terdapat potensi kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji dari besaran yang telah ditetapkan, termasuk komponen kenaikannya serta sumber pembiayaannya,” ujar Wachid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Selain soal biaya, Komisi VIII juga meminta penjelasan terkait kesiapan teknis penyelenggaraan haji, salah satunya mengenai kesesuaian kontrak layanan yang telah ditandatangani Kementerian dengan hasil rapat kerja sebelumnya pada 29 Oktober 2025.
Komisi VIII juga menyoroti konsep pelaksanaan murur dan tanazul yang direncanakan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Wachid meminta kejelasan terkait jumlah jemaah yang akan mengikuti skema tersebut, serta rencana mobilisasi dan sosialisasinya.
DPR juga memberikan perhatian pada kesiapan fasilitas di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Berdasarkan hasil pengawasan pada 2 April 2026, Komisi VIII menilai belum ada progres signifikan dalam penyediaan beberapa fasilitas penting, seperti maktab yang belum dipaving block, jumlah toilet untuk jemaah perempuan yang masih kurang, serta fasilitas penunjang lainnya yang belum siap.
Wachid menegaskan bahwa aspek-aspek tersebut harus segera dibenahi, mengingat waktu penyelenggaraan haji semakin dekat. Ia juga menekankan bahwa kesiapan layanan menjadi faktor krusial untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah.
Abdul Wachid berharap Kementerian Haji dan Umrah dapat memberikan penjelasan komprehensif dan memastikan semua persiapan berjalan sesuai rencana, agar ibadah haji 2026 dapat berlangsung optimal.





