Sutan Adil Hendra Minta Produksi Vaksin Dalam Negeri Dipercepat Untuk Antisipasi Kebutuhan Tanah Air

Sutan Adil Hendra Perjuangkan Nasib Petugas Lapangan Keluarga Berencana Menjadi ASN

JAMBI, Fraksigerindra.id — Fenomena Kesehatan di Indonesia maupun dunia menjadi perhatian serius khalayak luas termasuk Parlemen.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Gerindra, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM mengatakan bahwa Fenomena Embargo vaksin Covid-19 yang terjadi di Uni Eropa (UE) bisa mengancam ketersediaan vaksin di Indonesia ke depannya.

Mengamati perkembangan itu,  Ia pun meminta Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman untuk mempercepat produksi vaksin yang tengah dikembangkan yaitu Vaksin Merah Putih.

“Kebutuhan dunia akan vaksin ini makin besar, buktinya Uni Eropa sudah mulai melakukan embargo untuk tidak lagi menjual vaksinnya ke luar Eropa, ini harus kita cermati, salah satu jalannya mempercepat produksi vaksin yang dikembangkan dalam negeri, dalam hal ini Vaksin Merah Putih, dengan tetap memenuhi persyaratan kualitas dan administratif dari BPOM,” ungkapnya melalui rilisnya kepada redaksi Fraksigerindra.id Sabtu (17/4)

Selanjutnya SAH panggilan Akrab dari Politisi Gerindra ini menambahkan, vaksin Merah Putih kini dalam proses transisi ke industri, dengan biaya dari pemerintah, artinya jika ini bisa diproduksi akan mengurangi ketergantungan Indonesia dari vaksin impor, sehingga perlu dilakukan percepatan produksi.

Terkait upaya teknis untuk mempercepat produksi vaksin ini, SAH mengatakan pihaknya di DPR berharap vaksin merah putih bisa memperoleh izin edar darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada pertengahan tahun 2022 mendatang.

Dalam hal ini, SAH mengingatkan lonjakan kasus di beberapa negara termasuk di India, telah memicu terjadi embargo vaksin. Sehingga kemungkinan bisa mengganggu kedatangan vaksin atau ketersediaan vaksin beberapa bulan ke depan terutama yang berasal dari negara-negara yang melakukan embargo.

Sehingga SAH menilai pemerintah perlu berhati-hati dalam mengatur laju penyuntikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat guna mengantisipasi kekosongan pasokan vaksin pada waktu mendatang.“Kita perlu berhati-hati mengatur laju penyuntikan vaksinnya agar tidak ada kekosongan vaksin nantinya,” tutup Ketua DPD Gerindra Jambi ini.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, embargo vaksin Covid-19 yang terjadi di Uni Eropa (UE) mengancam ketersediaan vaksin di Indonesia ke depannya. Saat ini, Uni Eropa melarang perusahaan farmasi AstraZeneca untuk mengekspor vaksin Covid-19 ke Inggris dan negara Eropa lainnya.

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

Berikan Komentar

Tinggalkan komentar

BERITA TERBARU

BERITA TERKAIT