DENPASAR, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi III DPR RI, Martin Daniel Tumbeleka, menegaskan pentingnya langkah tegas aparat dalam menangani berbagai pelanggaran hukum di Bali, khususnya yang melibatkan warga negara asing (WNA). Ia menilai Bali memiliki posisi strategis sebagai sorotan nasional dan internasional, sehingga setiap bentuk pelanggaran harus ditindak secara serius dan profesional.
“Bali ini menjadi pusat perhatian. Apa pun yang dilakukan semua melihat di Bali ini,” ujar Martin dalam agenda Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI di Kantor Kejaksaan Tinggi Bali, Kota Denpasar, Bali, Jumat (10/4/2026).
Ia menekankan bahwa tindakan tegas harus segera dilakukan terhadap setiap pelanggaran yang terjadi, terutama jika melibatkan WNA.
“Langkah-langkah tegas itu untuk para pelaku pidana, apalagi warga negara asing, sangat dibutuhkan. Mau tidak mau harus kita lakukan,” katanya.
Selain itu, Tumbeleka juga menyoroti pentingnya publikasi atas setiap penindakan hukum yang telah dilakukan. Menurutnya, kurangnya publikasi dapat memicu persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Kalau kita sudah melakukan langkah tegas tapi tidak dipublikasi, masyarakat tidak melihat. Akhirnya muncul anggapan negara ini mudah dipermainkan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan perlunya sinergi yang kuat antarinstansi penegak hukum untuk menghindari ego sektoral yang berpotensi menghambat proses penegakan hukum. Menurutnya, kombinasi antara ketegasan tindakan, transparansi publikasi, dan koordinasi lintas lembaga akan memperkuat sistem penegakan hukum di Bali sekaligus menjaga citra Indonesia di mata dunia.
“Kolaborasi dan kekompakan itu penting sekali. Jangan sampai ada ketersinggungan antar institusi yang justru menghambat penegakan hukum,” tandasnya.





