Berita Parlemen

Komisi V DPR RI Minta KNKT Usut Tuntas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

WhatsApp Image 2026 04 28 at 12.58.51

JAKARTA, FraksiGerindra.id — Kapoksi Gerindra Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, meminta KNKT segera melakukan investigasi menyeluruh atas kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Insiden yang menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai puluhan penumpang itu kini menjadi perhatian serius publik, sementara penyebab pasti kecelakaan masih didalami oleh otoritas terkait.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4/2026), Danang menegaskan investigasi komprehensif sangat penting untuk mengungkap secara detail faktor penyebab insiden, sekaligus mencegah tragedi serupa kembali terjadi di masa mendatang.

“Perlu investigasi lebih lanjut oleh KNKT untuk mengetahui secara detail penyebab kecelakaan ini, apakah faktor teknis, human error, atau masalah di perlintasan,” ujar Kapoksi Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi awal, rangkaian kecelakaan diduga bermula dari insiden di perlintasan sebidang JPL 85 yang melibatkan sebuah taksi listrik hijau Green SM. Gangguan di titik tersebut diduga memicu rangkaian kejadian lanjutan hingga terjadi tabrakan antara dua kereta di emplasemen Bekasi Timur.

Komisi V DPR RI, lanjut Danang, akan terus memantau perkembangan investigasi dan meminta seluruh pihak terkait, termasuk operator perkeretaapian dan otoritas perhubungan, untuk segera melakukan evaluasi serius terhadap standar keselamatan perjalanan kereta api.

Menurutnya, perhatian khusus harus diberikan pada perlintasan sebidang yang hingga kini masih menjadi salah satu titik rawan kecelakaan transportasi darat dan perkeretaapian.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan perlintasan, mulai dari penggunaan teknologi, kesiapan petugas penjaga, hingga peningkatan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas di jalur rel.

“Kami berharap hasil investigasi KNKT nantinya dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia,” pungkasnya.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *