JAKARTA, Fraksigerindra.id — Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi semangat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk tetap hadir di tengah masyarakat, khususnya para nelayan, pembudidaya ikan, pengelola dan pemasar hasil perikanan, serta petambak garam. Hal ini ia sampaikan dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (7/7/2025).
“Komisi IV DPR RI mendukung prinsip-prinsip efisiensi dan keberpihakan, namun alokasi anggarannya perlu dititikberatkan pada hal-hal yang langsung menyentuh kepada pelaku utama sektor Kelautan dan Perikanan,” jelasnya dalam sambutan rapat kerja tersebut.
Titiek Soeharto menjelaskan, berdasarkan pagu indikatif yang telah ditetapkan pemerintah, Kementerian Kelautan dan Perikanan memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp3,6 triliun. Dari jumlah tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk program strategis nasional, belanja operasional, dan belanja pegawai.
Menurutnya, kondisi ini menuntut KKP untuk bekerja lebih selektif, fokus, dan adaptif dalam pelaksanaan program dan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kelautan dan perikanan.
Lebih lanjut, politisi Fraksi Partai Gerindra ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna mengatasi keterbatasan anggaran yang ada.
“Melalui kemitraan strategis yang melibatkan BUMN, Lembaga Keuangan, dan Lintas Kementerian Lembaga agar upaya optimalisasi program dan kegiatan tidak hanya bergantung pada APBN yang ada,” terang perempuan yang akrab disapa Titiek Soeharto itu.
Komisi IV DPR RI, kata Titiek, juga mendorong peran aktif sektor swasta dalam berbagai skema kolaboratif bersama pemerintah guna memperkuat pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang lebih inklusif.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan tata kelola pembangunan kelautan dan perikanan yang adil dan berkelanjutan.
“Untuk tercapainya tujuan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Titiek.





