Berita Parlemen

Gelar Doa Kebangsaan di Nganjuk, Bimantoro Wiyono Ajak Kader Jaga Persatuan dan Tangkal Hoaks

WhatsApp Image 2026 08 04 at 09.21.15

NGANJUK, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra, Bimantoro Wiyono menggelar Doa Kebangsaan di Bulan Kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut diikuti para kader, Koordinator Desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Rumah Aspirasi Mas Bima, Kabupaten Nganjuk, Minggu (2/8/2026).

Doa kebangsaan itu mengusung tema “Bersatu dalam Doa: Mengawal Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, Makmur, dan Sejahtera.”

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan, kemajuan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya, Bimantoro menegaskan bahwa bulan kemerdekaan tidak hanya menjadi momen untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga harus dimaknai sebagai kesempatan memperkuat semangat persatuan dan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Anggota DPR RI yang akrab disapa Mas Bima itu juga mengajak seluruh kader, khususnya para Koordinator Desa, agar cermat dan bertanggung jawab dalam menyikapi perkembangan informasi di tengah pesatnya penggunaan media digital.

Menurutnya, kader memiliki peran penting untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat sekaligus mencegah penyebaran kabar bohong, fitnah, dan provokasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

“Saya mengajak untuk tidak mudah termakan hoaks, fitnah, maupun provokasi. Sebagai kader, kita harus menjadi penyambung informasi yang benar kepada masyarakat. Jangan sampai kita justru ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Lakukan tabayun, cek fakta, dan sampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Bimantoro.

Bimantoro mengatakan, setiap informasi yang beredar harus diperiksa terlebih dahulu kebenarannya sebelum disampaikan kepada masyarakat. Langkah tersebut diperlukan agar ruang publik tidak dipenuhi informasi menyesatkan yang dapat mengganggu persatuan dan ketertiban sosial.

Sebagai anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, Bimantoro juga menyampaikan bahwa pembangunan Indonesia membutuhkan proses panjang dan kerja bersama dari seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah menjalankan berbagai pembenahan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas penegakan hukum, serta memberantas praktik korupsi yang merugikan negara dan masyarakat.

Ia menilai ketegasan negara dalam menghadapi jaringan mafia dan pelaku korupsi berpotensi menimbulkan perlawanan dari pihak-pihak yang merasa kepentingannya terganggu. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang bersifat provokatif dan memecah belah.

“Ketika negara semakin tegas melawan mafia, dan para koruptor, tentu akan ada pihak-pihak yang merasa kepentingannya terganggu. Oleh karena itu, kita tidak boleh mudah terpancing oleh narasi yang memecah belah. Mari kita dukung setiap upaya penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Bimantoro menekankan bahwa dukungan terhadap pemerintah harus diwujudkan melalui kerja nyata, upaya menjaga persatuan, serta keterlibatan aktif dalam mengawal berbagai program yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ia berharap para kader Partai Gerindra terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas di lingkungan masing-masing. Kader juga diharapkan aktif menyerap aspirasi warga serta memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

Menurut Bimantoro, komunikasi yang baik diperlukan agar kebutuhan dan persoalan masyarakat dapat disampaikan secara tepat serta memperoleh tindak lanjut dari pemerintah maupun lembaga terkait.

Kegiatan Doa Kebangsaan di Bulan Kemerdekaan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Para peserta juga memanjatkan doa bagi keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta memohon kepada Allah SWT agar seluruh pemimpin bangsa diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah.

Melalui kegiatan tersebut, Bimantoro berharap semangat persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap bangsa semakin kuat dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan sejahtera.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *