JAKARTA, Fraksigerindra.id — Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah mendukung penuh proses penulisan ulang sejarah Indonesia yang saat ini tengah dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan RI. Dukungan tersebut diberikan dengan sejumlah catatan penting, yaitu penulisan dilakukan secara ilmiah, terbuka, dan bebas dari kepentingan politik. Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himmatul, usai melakukan kunjungan kerja bidang kebudayaan yang berfokus pada penulisan sejarah Indonesia di Universitas Diponegoro, Semarang, Kamis (3/7/2025).
“Komisi X mendukung penuh upaya penulisan sejarah ini, karena banyak peristiwa penting bangsa yang selama ini belum terdokumentasikan secara utuh. Tetapi kami juga menekankan pentingnya proses yang transparan dan melibatkan partisipasi luas dari masyarakat,” ujar Himmatul.
Himmatul menjelaskan bahwa penulisan sejarah Indonesia merupakan agenda kebudayaan yang krusial, mengingat sejarah nasional belum diperbarui sejak masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie. Ia menegaskan, sejarah adalah sesuatu yang dinamis dan terus berkembang.
“Kita tidak bisa melihat sejarah sebagai sesuatu yang statis. Hari ini adalah fakta, dan besok bisa menjadi bagian dari sejarah. Karena itu, penulisan ulang ini sangat dibutuhkan,” terang Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi X menerima berbagai masukan dari akademisi, penulis sejarah, dan budayawan. Beberapa sorotan yang mencuat antara lain kurangnya sosialisasi terkait siapa saja penulis sejarah, perubahan sistematika penulisan yang belum dijelaskan secara rinci, serta kekhawatiran penggunaan sejarah sebagai alat politik.
“Kami mendapat masukan bahwa narasi sejarah tidak boleh menjadi absolut dan semata-mata digunakan untuk kepentingan kekuasaan. Sejarah harus ditulis untuk kepentingan pendidikan dan akademik,” kata Himmatul.





