Kabar Prabowo

Undang Mantan Presiden hingga Eks Menlu, Prabowo Dengar Masukan Terkait Situasi Geopolitik Terkini

IMG 20260303 WA0287

JAKARTA, FraksiGerindra.id — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menerima berbagai masukan dari sejumlah tokoh senior mengenai sikap Indonesia dalam merespons meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan oleh mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda usai mengikuti dialog bersama Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam (3/3/2026).

Hassan menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo memaparkan perkembangan situasi di Timur Tengah yang dinilai berpotensi berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya menjadi dilema bagi Indonesia, tetapi juga bagi banyak negara lain di dunia.

Dalam konteks itu, Presiden membuka ruang dialog dengan para mantan presiden, wakil presiden, serta mantan menteri luar negeri guna memperkaya perspektif sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika global tersebut.

“Masing-masing kita mencoba memberikan kontribusi pemikiran. Dan Presiden sangat terbuka untuk menanggapi usul-usul pemikiran dari para peserta,” jelas Hassan di kompleks Istana Kepresidenan.

Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo menilai penting untuk mengomunikasikan berbagai tantangan eksternal tersebut, mengingat dampaknya tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi perekonomian global.

Hassan menjelaskan bahwa salah satu dampak yang paling nyata dari eskalasi konflik di Timur Tengah adalah potensi gangguan terhadap pasokan energi dunia, khususnya minyak dan gas bumi. Risiko tersebut dapat semakin meningkat apabila konflik berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.

“Bapak Presiden menggambarkan bagaimana kita harus menavigasi biduk kita, bukan di antara dua karang, namun beberapa karang, dan itu tidak mudah,” imbuh dia.

Sebagai informasi, situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu pekan lalu, yang kemudian dibalas oleh Teheran melalui serangan ke Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Menanggapi perkembangan tersebut, Indonesia menyatakan penyesalan atas gagalnya perundingan antara AS dan Iran yang berujung pada eskalasi militer. Pemerintah Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi.

Selain itu, Indonesia juga menyampaikan kesiapan untuk berperan dalam memfasilitasi dialog guna mendorong terciptanya kembali situasi keamanan yang kondusif di kawasan tersebut.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *