JAKARTA, FraksiGerindra.id — Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman dengan stok yang mencukupi kebutuhan masyarakat. Kepastian tersebut diperoleh setelah Komisi IV DPR RI melakukan peninjauan langsung ke sejumlah gudang penyimpanan dan berdialog dengan pedagang serta pemilik kios di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Pasokan beras di pasar tersebut disebut tetap lancar, dengan sumber produksi antara lain berasal dari sejumlah sentra pertanian di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa stok berasnya cukup, ada, aman, dan harganya juga stabil serta terjangkau oleh masyarakat,” ujar Titiek Soeharto, sapaan akrab Siti Hediati Soeharto saat doorstop di hadapan awak media usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Menurut Titiek, cadangan beras nasional saat ini mencapai sekitar 4,8 juta ton. Dengan jumlah tersebut, masyarakat dinilai tidak perlu mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya kelangkaan beras. Ketersediaan stok yang memadai juga dinilai dapat membantu menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau bagi konsumen.
“Jadi tidak usah khawatir bahwa kita akan kelangkaan beras. Kalau stoknya banyak berarti harganya bisa terkendali, tidak fluktuasi, tidak bisa diatur lagi. Yang penting gak ada sekarang orang-orang yang bisa atur-atur harga beras sampai beras bisa harganya bisa tinggi sehingga tidak terjangkau oleh konsumen,” tandas Titiek Soeharto.
Ia juga mengapresiasi kondisi produksi beras nasional yang saat ini mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa mengandalkan impor. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan peningkatan kapasitas produksi pangan sekaligus menjadi peluang bagi peningkatan kesejahteraan petani.
“Yang penting kita ini nggak impor lagi. Semuanya sudah diproduksi dalam negeri. Ini alhamdulillah, dan dengan produksi yang sekian banyak berarti petani kita maju dan mudah-mudahan bisa makmur ke depannya,” terang Titiek Soeharto.
Dari hasil peninjauan ke sejumlah kios, Titiek menilai kualitas beras yang tersedia di Pasar Induk Beras Cipinang cukup baik dan memiliki beragam pilihan sesuai kebutuhan masyarakat. Harga beras juga dinilai masih berada pada tingkat yang wajar dan terkendali. Tingginya aktivitas perdagangan di pasar tersebut turut menunjukkan bahwa distribusi beras dari produsen hingga konsumen berjalan dengan baik.
“Kita memastikan beras ini didistribusikan dari produsen ke dan juga dari Bulog ke pasar itu secara efektif dan efisien, dan dari situ disalurkan lagi ke pengecer-pengecer dan juga nanti sampai ke masyarakat konsumen dengan harga yang terjangkau, harga yang baik, kemudian kualitas yang baik juga, “ ungkap Titiek Soeharto.
Titiek menegaskan, kelancaran distribusi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Karena itu, rantai distribusi mulai dari produsen, Perum Bulog, pedagang di pasar induk, hingga pengecer perlu terus dijaga agar beras dapat diterima masyarakat dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang baik.
Pada kesempatan tersebut, Titiek juga menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog, para buruh angkut, serta pemilik kios di Pasar Induk Beras Cipinang yang berperan dalam menjaga kelancaran distribusi beras kepada masyarakat.
“Kepada Bapak Ibu yang kerja di sini, para buruh-buruh angkut, para pemilik kios-kios, kami doakan semoga sehat walafiat dan tetap kerja keras untuk memajukan Indonesia,” pungkas Titiek.





