Berita Parlemen

Abdul Wachid Nilai Sekolah Rakyat Strategis untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan

Wakil Ketua Komisi VIII Abdul Wachid saat melakukan pertemuan dengan para stakeholder di Aula Sekol20261004103452

SUKOHARJO, FraksiGerindra.id — Komisi VIII DPR RI mengapresiasi kelengkapan fasilitas dan kualitas sarana prasarana pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 5 hektare tersebut dinilai tidak hanya berperan dalam memberikan layanan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan sekaligus membentuk karakter peserta didik.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menilai keberadaan Sekolah Rakyat memiliki pendekatan yang lebih luas dibandingkan pendidikan formal pada umumnya. Menurutnya, program tersebut dirancang untuk menggabungkan pendidikan dengan penguatan karakter serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sekolah Rakyat ini tidak hanya berhenti di masalah pendidikan, tetapi juga perlunya pendidikan karakter. Presiden Prabowo membuat Sekolah Rakyat tidak hanya untuk belajar, tetapi juga untuk pengentasan kemiskinan atau memutus mata rantai kemiskinan di negeri ini. Dalam pendidikan satu tahun ternyata sudah membuahkan prestasi sebanyak 4.050 prestasi, baik sains maupun yang lain,” ungkap Wachid seusai meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi I Sukoharjo, Jumat (2/10/2026).

Menurut legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut, ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran. Ia mengapresiasi pemanfaatan teknologi serta fasilitas pendidikan yang tersedia untuk peserta didik dari jenjang SD hingga SMA.

“Fasilitas di sini berbeda dengan fasilitas sekolah umum. Tadi saya lihat anak-anak sudah menggunakan iPad, menggunakan laptop, bahkan ada laboratorium komputer dan perpustakaan yang cukup memadai,” jelasnya.

Selain sarana pembelajaran, Wachid menilai fasilitas olahraga juga memiliki peran dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik di luar bidang akademik. Sekolah tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas olahraga, seperti lapangan sepak bola, bola basket, dan bola voli.

“Fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola, basket, dan voli juga tersedia bagi anak-anak yang berbakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II tersebut mendorong pemerintah daerah di berbagai wilayah untuk memberikan dukungan terhadap keberlanjutan program Sekolah Rakyat. Salah satu bentuk dukungan yang dinilai penting adalah penyediaan lahan yang memadai untuk pembangunan sekolah secara permanen.

“Ini perlu diteruskan karena masih banyak bupati dan wali kota yang belum bisa menyediakan tanah seluas minimal 5 hektare sampai 10 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan Sukoharjo seluas 5 hektare penataannya cukup bagus, dari ruang kelas sampai asramanya,” kata Wachid.

Ia menilai Sekolah Rakyat Terintegrasi I Sukoharjo dapat menjadi salah satu contoh pengembangan model pendidikan yang menggabungkan proses pembelajaran, pembentukan karakter, serta penyediaan fasilitas penunjang yang memadai bagi peserta didik.

“Model Sekolah Rakyat Terintegrasi ini merupakan salah satu program unggulan yang sangat menjanjikan,” pungkasnya.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *