JAKARTA, Fraksigerindra.id — Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI meninjau sejumlah hotel tempat menginap jemaah haji Indonesia dan mendengarkan langsung keluhan dari para jemaah, khususnya terkait pelayanan dari pihak syarikah Arab Saudi menjelang puncak ibadah haji.
Salah satu anggota Timwas, Rokhmat Ardiyan, mengunjungi dua hotel yang dihuni jemaah asal Kabupaten Kuningan, Ciamis, dan Cirebon, yang berada di sektor tujuh dan delapan. Dalam kunjungannya, Ardiyan menyampaikan komitmennya untuk mengawasi pelayanan haji.
“Saya di sini ingin mendengar cerita dari bapak, ibu jemaah dan petugas. Kita tahu memang saat ini sedang dalam masa transisi. Saya ditugaskan Partai Gerindra untuk benar-benar mengawasi jalannya ibadah haji. Apalagi Bapak Presiden memiliki perhatian penuh terhadap jemaah haji Indonesia,” ujar Ardiyan di hadapan jemaah asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa (3/6).
Perwakilan jemaah asal Kuningan, Aang Asyari, menyampaikan keluhan terkait kekurangan tempat tidur di tenda Mina. Ia menyebut sekitar 60 tempat tidur belum tersedia, sehingga jemaah tidak dapat tidur dengan nyaman.
“Kami sudah mencoba menyampaikan ke perwakilan syarikah, tapi memang tidak bisa berbuat banyak. Kami sampaikan ke jemaah semuanya, kalau kondisinya memang begini, yang penting kita bisa masuk semuanya ke tenda, walaupun tidak bisa tidur berbaring, yang penting bisa duduk,” kata Aang.
Menanggapi hal tersebut, Ardiyan menyebut Timwas telah meminta Kementerian Agama untuk segera berkoordinasi dengan pihak syarikah agar memastikan kesiapan fasilitas di Mina dan Arafah.
Selain itu, saat bertemu jemaah asal Ciamis di sektor delapan, Ardiyan menerima keluhan terkait keterlambatan distribusi kartu nusuk. Kartu ini merupakan syarat utama untuk memasuki Masjidil Haram serta wilayah Arafah, Mina, dan Muzdalifah.
“Ibadah kami tidak tenang karena sampai sekarang belum menerima kartu Nusuk, sementara besok kami mulai berangkat ke Arafah,” ujar Dede Jajat, salah satu jemaah asal Ciamis.
Jemaah lain dari Ciamis juga mengeluhkan rasa makanan katering yang dianggap kurang sesuai dengan lidah mereka, meskipun tidak pernah telat dalam pengiriman.
Ardiyan memastikan bahwa dalam rapat dengar pendapat antara Timwas DPR dan Amirul Hajj, Menag Nasaruddin Umar beserta jajarannya, telah disepakati bahwa seluruh jemaah Indonesia harus sudah menerima kartu nusuk paling lambat malam ini.
“Saya kemarin terus terang agak keras dengan Pak Menag, Dirjen PHU dan para direktur. Kami sepakati, nusuk sudah harus diterima jemaah maksimal hari ini jam 12,” tegas politisi Partai Gerindra itu.
Menurut data Kementerian Agama, sekitar 0,7% atau seribu jemaah Indonesia belum menerima kartu nusuk. Kemenag menyatakan telah meminta komitmen dari syarikah untuk mencetak seluruh kartu sebelum puncak haji.





