Kabar Prabowo

Tiba di Tanah Air, Prabowo Bawa Oleh-Oleh Investasi Rp90 Triliun hingga Peluang Perdamaian Gaza

WhatsApp Image 2026 01 26 at 15.40.57

JAKARTA, FraksiGerindra.id — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja ke luar negeri. Setibanya di Jakarta, Presiden disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra.

Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden Prabowo mendarat di Base Ops Halim Perdanakusuma pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 17.41 WIB. Presiden kemudian turun dari pesawat dan disambut secara resmi oleh para pejabat negara.

Selama kunjungan luar negeri tersebut, Presiden Prabowo menjalani sejumlah agenda strategis. Lawatan diawali dengan kunjungan ke Inggris untuk bertemu Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III. Dari pertemuan tersebut, tercapai tiga kesepakatan utama, yakni komitmen investasi Inggris senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun, penguatan kerja sama di bidang maritim, serta kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.

Selain kerja sama ekonomi dan maritim, Presiden juga menaruh perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia melalui kolaborasi di bidang pendidikan tinggi. Kerja sama tersebut meliputi peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris, rencana pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, serta program pertukaran dosen.

Usai dari Inggris, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum Annual Meeting 2026. Dalam forum tersebut, Presiden menyampaikan pidato di hadapan sekitar 1.000 CEO perusahaan besar dunia, memaparkan gagasan dan kebijakan ekonomi yang telah dirancang serta dijalankan, baik sebelum maupun selama masa kepemimpinannya.

Pidato tersebut menjadi momentum strategis untuk menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok global, memperkuat citra dan peluang investasi, serta menarik minat investor pada sektor energi hijau, ekonomi digital, dan sektor-sektor strategis lainnya.

Selain capaian ekonomi, kehadiran Indonesia di Davos juga menghasilkan pencapaian diplomatik penting, yakni keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian. Keanggotaan ini dipandang sebagai wujud komitmen konkret Indonesia dalam mendorong perdamaian global, termasuk upaya penyelesaian konflik di Gaza.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *