Berita Parlemen

Legislator Gerindra Apresiasi Kinerja BGN yang Terus Berbenah

Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni saat kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI ke Balai Lati20250927161404

JAKARTA, Fraksigerindra.id — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Gerindra Obon Tabroni menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai terus menunjukkan perbaikan dalam pelaksanaan tugasnya. Hal itu disampaikan Obon dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IX DPR RI dan BGN dengan agenda Evaluasi Program dan Penyerapan Anggaran Tahun 2025 yang digelar pada Rabu (12/11/2025).

Dalam rapat tersebut, ia menilai bahwa BGN, meskipun masih tergolong baru, telah menunjukkan komitmen terhadap peningkatan kinerja dan tanggung jawab institusionalnya. Ia menekankan pentingnya kesinambungan dalam upaya perbaikan serta peningkatan mutu layanan di bidang gizi dan kesehatan masyarakat.

“Saya mengapresiasi kinerja BGN karena setiap kali Rapat Dengar Pendapat (RDP) selalu ada informasi perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan. Hari ini kami mendapatkan informasi mengenai sterilisasi alat, rapid test, dan berbagai hal lainnya. Menurut saya, ini luar biasa, karena BGN merupakan badan yang relatif baru. Semoga perbaikan ini terus dilakukan,” ujar Obon.

Legislator asal Jawa Barat ini juga menyoroti pentingnya alokasi anggaran untuk pelatihan dan pendidikan, yang menurutnya memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan BGN.

“Pelatihan dan pendidikan memiliki fungsi yang luar biasa. Dengan adanya pelatihan, kinerja seseorang akan meningkat, keterampilan bertambah, dan pola pikir pun berubah. Namun, yang saya lihat, anggaran pelatihan hanya sebesar 2,8 miliar,” ungkapnya.

Selain itu, ia turut menekankan pentingnya standarisasi dalam pembangunan dan pengelolaan dapur yang menjadi bagian dari fasilitas BGN. Ia meminta agar ketentuan standar luas dan penempatan alat dipatuhi secara konsisten sesuai dengan pedoman teknis yang telah ditetapkan.

“Standarisasi dapur harus fix. Jika luasnya ditetapkan 400 meter atau 300 meter, maka standar itu harus dipatuhi. Jangan disetujui begitu saja ketika ada yang mengajukan proposal atau mengunggah gambar dengan luas hanya 150 meter atau bahkan kurang dari itu, apalagi jika penempatan alatnya tidak maksimal,” tegasnya.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *