Berita Parlemen

Layanan Haji 2026 Dinilai Semakin Baik, Andre Rosiade Apresiasi Perbaikan Transportasi dan Akomodasi Jemaah

amdre

MAKKAH, FraksiGerindra.id — Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai mulai menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan haji bagi jemaah Indonesia. Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Andre Rosiade, menyampaikan apresiasi atas berbagai perbaikan layanan yang dirasakan langsung oleh jemaah haji Indonesia di Arab Saudi pada penyelenggaraan haji tahun 2026.

Dalam rapat kerja bersama Amirul Hajj di Makkah, Minggu (24/5/2026), Andre menilai secara umum pelayanan haji tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, perbaikan terlihat sejak proses keberangkatan hingga pelayanan yang diterima jemaah selama berada di tanah suci.

“Yang pertama, secara overall, mulai dari keberangkatan sampai per hari ini, kami tentu mengapresiasi bahwa pelayanan itu jauh lebih baik dari sebelumnya. Itu yang pertama, kita garis bawahi. Bahwa sampai jemaah sudah mulai berangkat, sampai hari ini, Alhamdulillah dan ini perlu diapresiasi,” kata Andre.

Andre juga menyoroti peningkatan kualitas fasilitas pemondokan bagi jemaah reguler, khususnya di Madinah. Ia menyebut ribuan jemaah Indonesia tahun ini mendapatkan akomodasi hotel berbintang dengan lokasi yang relatif dekat dari Masjid Nabawi.

Selain peningkatan fasilitas penginapan, Andre turut mengapresiasi efisiensi biaya katering yang disebut mengalami penurunan sebesar 4 riyal dibanding tahun 2025, namun tetap diiringi peningkatan kualitas makanan bagi jemaah.

“Dan Alhamdulillah saya melihat sendiri ya, di Madinah luar biasa, tadi disampaikan oleh pimpinan, bahwa ada 8.507 jamaah kita yang mendapat di hotel bintang 5 lalu jaraknya paling jauh 700 meter, ini perlu diapresiasi,” jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Pada aspek transportasi, Andre juga menilai pemerintah berhasil menghadirkan solusi yang efektif bagi kawasan hunian jemaah yang sebelumnya dinilai cukup jauh dari Masjidil Haram, seperti kawasan Al-Hidayah. Menurutnya, penyediaan layanan bus langsung (direct) mampu memangkas waktu tempuh jemaah menuju Masjidil Haram secara signifikan.

“Untuk daerah hunian saya, Pak Menteri dan Pak Wamen, meskipun Al-Hidayah memang jauh, tapi saya lihat DPR dan Kementerian Haji sudah punya solusi. Bahwa busnya itu dibikin direct (langsung), sehingga sekarang itu hanya butuh waktu 20 menit dari Al-Hidayah itu ke Masjidil Haram itu,” kata Andre.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *