SURAKARTA, FraksiGerindra.id — Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid menyatakan dukungan terhadap rencana pembukaan Program Studi atau Fakultas Kedokteran di UIN Raden Mas Said Surakarta. Dukungan tersebut disampaikan usai agenda Kunjungan Kerja Reses ke kampus tersebut di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (21/2/2026). Ia mengungkapkan bahwa Komisi VIII telah menerima masukan mengenai ketersediaan lahan seluas 9,4 hektare di wilayah Karanganyar yang masih kosong dan berpotensi dikembangkan untuk fakultas baru.
Menurutnya, secara geografis lokasi tersebut strategis karena mampu menjangkau mahasiswa dari wilayah timur dan selatan Solo Raya.
“Kalau prodi kedokteran ini bisa dibuka, potensinya sangat besar. Manajemen UIN sudah baik, tata kelolanya bagus, sehingga kami melihat kampus ini sangat mampu untuk berkembang,” ujar Abdul Wachid.
Komisi VIII DPR RI, lanjutnya, akan segera berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam serta Kementerian Agama guna membahas aspek regulasi dan dukungan anggaran, termasuk kemungkinan skema pembiayaan melalui SBSN. Pembahasan resmi juga akan dilakukan dalam forum komisi untuk memastikan kesiapan institusi secara menyeluruh.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembukaan Fakultas Kedokteran memerlukan persiapan matang. Sejumlah aspek krusial harus dipenuhi, mulai dari ketersediaan dosen dan tenaga kependidikan, laboratorium, rumah sakit pendidikan, hingga sarana dan prasarana pendukung lainnya.
Saat ini UIN Raden Mas Said Surakarta memiliki sekitar 25 ribu mahasiswa, 394 dosen, 250 tenaga pendidik, serta 30 guru besar. Namun kebutuhan tambahan sumber daya manusia tetap menjadi perhatian agar pengembangan program baru tidak mengganggu stabilitas akademik yang telah berjalan.
Di sisi lain, kampus tersebut mencatat capaian internasional dengan meraih rekor MURI sebagai PTKIN dengan jumlah pendaftar mahasiswa asing terbanyak, yakni 1.450 calon mahasiswa dari 50 negara. Capaian ini dinilai sebagai indikator kuat pengakuan global dan daya saing internasional UIN Surakarta.
Komisi VIII DPR RI juga menyoroti pentingnya perluasan akses pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP), tidak hanya pada jenjang S1, tetapi juga hingga S2 dan S3, sejalan dengan visi pemerintah dalam mencetak Generasi Emas 2045.
Terkait rencana pembukaan Fakultas Kedokteran, Abdul Wachid menegaskan bahwa langkah tersebut strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan sekaligus menjawab kebutuhan tenaga medis nasional yang masih terbatas.
“Kami ingin UIN tidak tertinggal dari perguruan tinggi umum. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan semua pihak, Fakultas Kedokteran ini bisa menjadi tonggak kemajuan baru bagi UIN Raden Mas Said Surakarta,” tegasnya.
Kunjungan ini menjadi sinyal bahwa pengembangan UIN Raden Mas Said Surakarta menuju kampus Islam unggul dan berdaya saing global terus mendapat perhatian serius dari parlemen dan pemerintah.





