Berita Parlemen

Komisi III DPR RI Dorong Baharkam Polri Perkuat Pengamanan Ramadan, Nyepi, dan Idul Fitri 2026

habiburokhman

JAKARTA, FraksiGerindra.id — Komisi III DPR RI meminta Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri mengoptimalkan berbagai langkah pengamanan selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi tahun 2026. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode tersebut.

Mewakili Komisi III DPR RI, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menyampaikan bahwa pihaknya mendukung program-program prioritas Baharkam Polri pada tahun anggaran 2026 sebagai bagian dari penguatan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Komisi III DPR RI mendukung program-program prioritas Baharkam Polri tahun anggaran 2026 sebagai arah pelaksanaan tugas dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Habiburokhman di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, periode Ramadan hingga Idul Fitri merupakan momentum yang memerlukan kesiapan aparat keamanan secara maksimal mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk arus mudik dan arus balik. Karena itu, Komisi III DPR meminta Baharkam Polri meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan di berbagai wilayah guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan selama masa libur panjang tersebut.

“Komisi III meminta Baharkam Polri untuk mengoptimalkan kegiatan pengamanan selama bulan suci Ramadan, arus mudik dan arus balik, hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi tahun 2026,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Habiburokhman juga menegaskan bahwa penguatan pengamanan tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada langkah-langkah pencegahan yang mampu menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Komisi III DPR juga mendorong Baharkam Polri untuk meningkatkan peran kepolisian melalui pendekatan preventif serta pembinaan yang lebih intensif kepada masyarakat.

Habiburokhman menilai pendekatan tersebut penting untuk membangun kedekatan antara aparat kepolisian dan masyarakat sekaligus menciptakan situasi sosial yang lebih kondusif.

“Program-program yang diarahkan pada pencegahan, pembinaan, serta kedekatan dengan masyarakat perlu terus diperkuat agar tercipta situasi keamanan yang kondusif,” tegas politisi asal daerah pemilihan DKI Jakarta I tersebut.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *