JAKARTA, FraksiGerindra.id – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Gerindra Kawendra Lukistian resmi masuk dalam jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031. Kawendra dipercaya mengemban posisi sebagai Bendahara PBNU dalam struktur kepengurusan baru yang diumumkan di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (30/9/2026) malam.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmah 2026–2031. Dalam struktur tersebut, posisi Bendahara Umum PBNU dijabat oleh Prof. Dr. H. Ainun Na’im.
Kawendra mengatakan, amanah baru di lingkungan PBNU menjadi tanggung jawab yang akan dijalankannya bersama jajaran pengurus lainnya.
“Insyaallah amanah ini akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya, semangat khidmah untuk NU serta masyarakat,” ujar Kawendra.
Amanah sebagai salah satu Bendahara PBNU menambah kiprah Kawendra di tingkat nasional, khususnya dalam organisasi dan pengembangan ekonomi kreatif.
Kepengurusan baru PBNU secara keseluruhan berjumlah 210 orang. Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjelaskan, komposisi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan keterwakilan di tubuh Nahdlatul Ulama, baik dari sisi generasi maupun unsur organisasi.
“Secara keseluruhan, hasil muktamar di Lampung seluruh jajaran pengurus PBNU 189 orang, dan yang sekarang total semuanya 210 orang. Mengalami kenaikan sebesar 21 orang. Ini dimaksudkan kita ingin ada pemerataan,” ujar Gus Kikin di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Gus Kikin menambahkan, pemerataan tersebut mencakup keterwakilan berbagai generasi serta unsur lembaga dan badan organisasi di lingkungan NU.
“Pemerataan dari semua jajaran, dari generasi-generasi yang awal sampai akhir, kemudian dari seluruh jajaran-jajaran lembaga-lembaga yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama, itu ada IPNU, IPPNU, maupun Ansor, itu kita seimbangkan sehingga semuanya kira-kira kurang lebih kita dari tiga unsur itu ditambah dengan unsur-unsur yang lain itu kita seimbang semuanya,” jelasnya.
Kawendra, yang merupakan lulusan Pondok Pesantren Cipasung di Singaparna, Tasikmalaya, serta Pondok Pesantren Al-Ma’soem di Cileunyi, Bandung, berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat tata kelola organisasi PBNU melalui amanah barunya.
Ia berharap pengelolaan keuangan yang transparan dan berorientasi pada kemaslahatan umat dapat mendukung keberlangsungan program serta kegiatan organisasi, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.





