Berita Parlemen

Kamrussamad Dorong Menkeu Siapkan Skenario Pengurangan Defisit dan Utang Negara

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan terk20250910165508

JAKARTA, Fraksigerindra.id —  Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menyoroti pentingnya langkah strategis pemerintah dalam mengurangi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta beban utang jangka panjang. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan terkait Pengantar Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Keuangan Tahun 2026 di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.

Kamrussamad mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dalam Nota Keuangan pada 15 Agustus lalu telah menyampaikan harapan agar suatu saat APBN Indonesia dapat disusun dengan defisit 0 persen. Menurutnya, pernyataan tersebut menjadi tantangan sekaligus amanat bagi Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru.

“Artinya, selaku Menteri Keuangan yang baru, saya menitipkan harapan untuk lebih awal menyusun desain, skenario sehingga pengurangan defisit APBN kita di tahun-tahun mendatang bisa dipersiapkan sejak dini,” ujar Kamrussamad pada Rabu (10/9/2025).

Selain itu, ia juga menyoroti besarnya beban utang negara yang setiap tahun jatuh tempo. Kondisi tersebut, lanjutnya, menuntut adanya strategi komprehensif dalam jangka menengah dan panjang agar rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat ditekan secara bertahap.
“Ini momentum yang tepat bagi Menteri Keuangan untuk menyusun strategi dan skenario terhadap pengurangan serta penyelesaian utang. Alangkah baiknya jika di awal kepemimpinan ini Bapak bisa mengumumkan skenario itu kepada publik, sehingga kita memiliki kesempatan yang sama untuk memikirkan upaya mengurangi rasio utang terhadap PDB,” tegasnya.

Kamrussamad berharap Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru mampu menyiapkan langkah-langkah terukur yang tidak hanya menjaga stabilitas fiskal, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *