Berita Parlemen

H. M. Husni Dorong Penguatan Pengawasan Pesantren untuk Tingkatkan Perlindungan Santri

husni m h

BANDA ACEH, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhammad Husni, mendorong penguatan sistem pengawasan di lingkungan pesantren guna meningkatkan perlindungan terhadap santri serta mencegah berbagai bentuk pelanggaran, termasuk kekerasan dan pelecehan. Menurutnya, pengawasan yang lebih efektif menjadi kebutuhan seiring meningkatnya perhatian terhadap perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan.

Hal tersebut disampaikan Muhammad Husni saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Banda Aceh, Rabu (24/6/2026). Ia menilai peran Kementerian Agama, baik melalui Kantor Wilayah di tingkat provinsi maupun kantor kementerian di kabupaten dan kota, perlu terus diperkuat agar mampu memastikan terciptanya lingkungan pesantren yang aman dan kondusif bagi para santri.

“Ke depan, pengawasan dari Kanwil Kementerian Agama di provinsi maupun kantor-kantor Kementerian Agama di kabupaten dan kota harus dilakukan lebih ketat lagi. Para santri tinggal di lingkungan pesantren selama 24 jam sehingga diperlukan sistem pengawasan yang mampu memberikan perlindungan secara optimal,” jelasnya.

Selain memperkuat pengawasan, Husni juga mendorong pemanfaatan teknologi sebagai pendukung sistem keamanan di lingkungan pesantren. Salah satu usulan yang disampaikannya adalah pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis.

Menurutnya, keberadaan CCTV tidak hanya berfungsi sebagai upaya pencegahan terhadap tindak pelecehan, tetapi juga dapat membantu menekan berbagai bentuk pelanggaran lain, seperti perundungan, pencurian, hingga tindakan pembinaan yang tidak sesuai.

“Saya mengusulkan agar pesantren memanfaatkan teknologi, salah satunya dengan memasang CCTV di titik-titik tertentu. Fungsinya bukan hanya untuk mencegah pelecehan, tetapi juga mengurangi kasus pencurian, perundungan, maupun tindakan yang tidak sesuai dalam proses pembinaan santri,” katanya.

Ia mencontohkan penerapan sistem pengawasan berbasis CCTV di salah satu pesantren di Sumatera Utara yang dinilai berhasil mengurangi kasus kehilangan barang milik santri. Selain meningkatkan keamanan, penggunaan kamera pengawas juga dinilai mampu mendorong kedisiplinan dan profesionalisme dalam penyelenggaraan pendidikan di lingkungan pesantren.

Karena itu, Husni berharap Kementerian Agama dapat mendorong pemanfaatan teknologi pengawasan sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan santri di seluruh pesantren. Menurutnya, biaya pemasangan perangkat tersebut relatif terjangkau dibandingkan manfaat yang dihasilkan dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman.

“Di samping pengawasan dan pembinaan yang selama ini sudah dilakukan, penggunaan teknologi di pesantren perlu didorong karena biayanya tidak terlalu besar, tetapi manfaatnya sangat besar untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman,” pungkasnya.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *