Berita Parlemen

Endro Hermono: Pendidikan Harus Jadi Kekuatan Moral dan Ekonomi Bangsa

IMG 4789

KEDIRI, Fraksigerindra.id — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra, Ir. Endro Hermono, M.B.A., menjadi pembicara dalam seminar nasional yang digelar Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Rahmatullah Tulungagung di Kabupaten Kediri, Rabu (29/10/2025). Seminar tersebut mengusung tema “Madrasah dan Keluarga sebagai Ruang Pembelajaran Sepanjang Hayat”.

Selain Endro Hermono sebagai pembicara utama, hadir pula sejumlah tokoh penting di bidang pendidikan dan pemerintahan, di antaranya Dr. Nurul Amin, M.Ag., Dr. Yuliani, M.M., dan Ketut Gutomo, S.H., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri.

Dalam paparannya, Endro Hermono menegaskan bahwa madrasah dan keluarga merupakan dua pilar utama dalam membentuk karakter bangsa. Ia menilai keberhasilan pendidikan nasional tidak hanya bergantung pada sistem formal di sekolah, tetapi juga pada peran keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak-anak bangsa.

“Keluarga adalah madrasah pertama, tempat nilai-nilai moral, kejujuran, dan cinta tanah air ditanamkan sejak dini. Sementara madrasah formal adalah ruang penyempurna yang memperkuat ilmu dan karakter. Jika dua pilar ini berjalan seirama, bangsa ini akan melahirkan generasi tangguh dan berakhlak mulia,” tegas Endro Hermono.

Politisi Gerindra asal Blitar itu juga menekankan bahwa penguatan peran madrasah dan keluarga sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun manusia Indonesia yang beriman, cerdas, dan mandiri.

“Presiden Prabowo selalu menekankan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada tataran akademik. Pendidikan harus menjadi kekuatan moral dan ekonomi bangsa. Kita ingin mencetak generasi yang tak hanya pandai berpikir, tapi juga mampu berjuang dan berdiri di atas kaki sendiri,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

Selain menyoroti pentingnya sinergi antara madrasah dan keluarga, Endro juga menyerukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam memperkuat fondasi pembelajaran sepanjang hayat.

“Kita tidak bisa membiarkan bangsa ini hanya jadi penonton dalam kemajuan dunia. Madrasah dan keluarga harus berperan aktif mencetak generasi pembelajar yang berdaya saing global namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Inilah kunci menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya dengan nada optimistis.

Menutup paparannya, Endro Hermono menyampaikan pesan kepada umat Islam untuk terus menjaga persatuan dan optimisme di tengah dinamika bangsa.

“Umat Islam harus menjadi penyejuk di tengah perbedaan. Jangan mudah terpecah oleh isu, tapi jadilah pelopor perdamaian dan kemajuan. Kita harus yakin, dengan iman, ilmu, dan semangat gotong royong, masa depan Indonesia akan penuh harapan,” pungkasnya.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *