SURAKARTA, FraksiGerindra.id — Kapoksi Gerindra Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya mendorong percepatan penerapan sistem pembayaran terpadu atau single tap pada layanan transportasi publik di koridor Yogyakarta–Solo. Integrasi tersebut dinilai dapat mempermudah perjalanan masyarakat dan wisatawan saat berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya.
Dukungan itu disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Stasiun Solo Balapan, Surakarta, Jumat (17/7/2026). Kunjungan dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pengembangan sistem transportasi antarmoda di kawasan Yogyakarta dan Solo.
“Tadi juga disampaikan dari Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Antarmoda bahwa mereka sedang menyiapkan sistem single tap mulai dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) sampai ke Solo yang bisa menggunakan satu kartu saja,” ujarnya.
Danang menjelaskan, sistem tersebut memungkinkan pengguna transportasi melakukan perjalanan dengan menggunakan satu kartu atau satu mekanisme pembayaran. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menggunakan metode pembayaran yang berbeda ketika berganti moda transportasi.
Menurutnya, integrasi pembayaran menjadi salah satu unsur penting dalam meningkatkan konektivitas layanan transportasi publik. Kemudahan dalam pembayaran akan membuat perjalanan menjadi lebih praktis, efisien, dan nyaman bagi pengguna.
Berdasarkan hasil survei Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Antarmoda, Danang mengatakan rendahnya pemanfaatan transportasi publik oleh wisatawan mancanegara bukan disebabkan oleh kurangnya ketersediaan layanan transportasi.
Persoalan utama justru terletak pada konektivitas antarmoda yang belum terintegrasi secara optimal, khususnya dalam sistem pembayaran. Kondisi tersebut dapat menyulitkan wisatawan yang belum memahami mekanisme pembayaran pada setiap layanan transportasi.
Melalui skema single tap, masyarakat dan wisatawan nantinya diharapkan dapat menggunakan satu kartu atau satu kali sistem pembayaran untuk mengakses berbagai moda transportasi yang tersedia di sepanjang koridor Yogyakarta–Solo.
Perjalanan tersebut dapat dimulai dari Bandara Yogyakarta International Airport, kemudian dilanjutkan menuju Stasiun Yogyakarta atau Stasiun Tugu. Pengguna juga dapat mengakses layanan Trans Jogja sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api menuju Stasiun Solo Balapan.
Setelah tiba di Solo, perjalanan dapat diteruskan dengan menggunakan layanan Trans Batik Solo hingga menuju Bandara Adi Soemarmo maupun sejumlah tujuan lain yang terhubung dengan jaringan transportasi publik.
“Ini sangat mempermudah bagi wisatawan internasional dan juga domestik, karena seluruh perjalanan antarmoda dapat dilakukan dengan satu kali tap dan satu kali sistem pembayaran,” katanya.
Danang menilai penerapan single tap akan memberikan kemudahan bagi wisatawan internasional yang kerap mengalami kendala ketika harus menggunakan sistem pembayaran berbeda pada setiap moda transportasi.
Kemudahan yang sama juga akan dirasakan wisatawan domestik dan masyarakat lokal yang melakukan perjalanan rutin di antara Yogyakarta, Solo, dan kawasan sekitarnya. Sistem pembayaran yang terintegrasi dinilai dapat mengurangi kerumitan sekaligus mempercepat proses perjalanan.
Komisi V DPR RI memandang integrasi pembayaran sebagai langkah strategis untuk mewujudkan layanan transportasi publik yang lebih mudah diakses, efisien, dan nyaman. Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun jaringan transportasi yang saling terhubung.
Selain meningkatkan kualitas pengalaman pengguna, penerapan sistem single tap diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Peralihan tersebut penting untuk mengurangi kemacetan dan mendukung mobilitas yang lebih berkelanjutan.
Integrasi transportasi juga dinilai dapat memperkuat pengembangan sektor pariwisata di kawasan Yogyakarta dan Solo. Akses yang mudah dari bandara menuju pusat kota dan berbagai destinasi wisata dapat meningkatkan kenyamanan serta daya tarik kawasan bagi wisatawan.
Komisi V DPR RI berharap persiapan sistem tersebut dapat segera diselesaikan melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Dengan sistem pembayaran yang terintegrasi, perjalanan dari Bandara YIA hingga Solo diharapkan dapat dilakukan secara lebih sederhana, cepat, dan nyaman sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik bagi masyarakat dan wisatawan.





