Berita Parlemen

Ade Rezki Bantu Warga Canduang Agam Atasi Dampak Kemarau Panjang

WhatsApp Image 2025 11 20 at 16.14.46

AGAM, FraksiGerindra.id — Kapoksi Gerindra Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama menanggapi kondisi kemarau panjang yang melanda Kabupaten Agam selama empat bulan terakhir dan menyebabkan warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Air merupakan kebutuhan dasar seluruh makhluk hidup, Semoga musim kemarau panjang cepat berlalu, sawah dan kebun warga dapat kembali dialiri air sehingga para petani dapat kembali beraktivitas,” kata Ade Rezki, Minggu (16/11/2025).

Ade Rezki memberikan dukungan berupa bantuan ketersediaan air dan dana operasional yang diserahkan langsung kepada Camat Canduang, Syahrul Hamidi, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis.

Ia menjelaskan bahwa kemarau panjang telah menyebabkan banyak lahan pertanian gagal panen dan sejumlah sumber air yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami prihatin terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat di Kecamatan Canduang, musim kemarau panjang yang dialami tidak hanya menyulitkan masyarakat akan ketersediaan air bersih namun juga membuat sebagian lahan pertanian gagal panen. Untuk itu, kami membantu biaya operasional kendaraan yang akan menyalurkan air bersih ke rumah rumah warga,” ungkap Ade.

Salah satu warga, Dasril (50), menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan dan menilai respons tersebut sangat membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Bantuan langsung diberikan disaat warga menyampaikan keluhan mereka pada kegiatan sosialisasi program BGN, Ade Rezki langsung memberikan bantuan berupa uang untuk operasional kendaraan yang akan mendistribusikan air ke rumah rumah warga,” katanya.

Sebelumnya, warga mengandalkan sumber air seadanya dan bahkan harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Agam melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan sejak Agustus. Situasi tersebut menyebabkan ratusan keluarga di wilayah Ampek Angkek dan Canduang mengalami kesulitan air bersih.

Selama masa tanggap darurat, BPBD bersama PDAM, PMI, pemerintah kecamatan, nagari, serta Kelompok Siaga Bencana menyalurkan air bersih ke desa-desa yang terdampak.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *