BANDA ACEH, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua HKTI Provinsi Aceh, Dr. TA Khalid, turun langsung melakukan aksi pembersihan sampah di kawasan pesisir Kilometer 0 Banda Aceh, Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta sejumlah mahasiswa melalui Gerakan Bersih Pantai (Gersih).
Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir, khususnya di kawasan pantai yang selama ini dipenuhi tumpukan sampah dari berbagai jenis.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah titik di kawasan pesisir terlihat tertutup sampah yang terdiri atas plastik, potongan kayu, hingga dedaunan. Material tersebut diduga terbawa arus dan gelombang laut hingga menumpuk di sepanjang tepi pantai.
Dalam kegiatan tersebut, TA Khalid bersama para peserta aksi terlihat terlibat langsung memungut sampah dan mengumpulkannya pada satu titik untuk selanjutnya dilakukan penanganan.
Kegiatan Gerakan Bersih Pantai itu juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh, Jalaluddin.
TA Khalid mengatakan, pelaksanaan Gerakan Bersih Pantai merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam upaya menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh dan Balai Perikanan Aceh.
“Ini juga menjadi momentum bagi saya khususnya untuk bersilaturahmi dengan teman-teman,” kata TA Khalid.
Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya terpusat di kawasan pesisir Kilometer 0 Banda Aceh, tetapi juga dapat dilaksanakan secara lebih luas di berbagai wilayah pesisir Aceh.
Menurut TA Khalid, upaya menjaga kebersihan pantai membutuhkan keterlibatan dan dukungan ini dari berbagai elemen, mulai dari pemerintah, mahasiswa, hingga masyarakat.
Ia menilai partisipasi bersama menjadi faktor penting dalam menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan pesisir. Dengan demikian, gerakan menjaga kebersihan pantai diharapkan dapat menjadi kegiatan berkelanjutan, bukan sekadar aksi sesaat.





