TOBA, FraksiGerindra.id — Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, mendorong optimalisasi potensi pariwisata dan ekonomi Kabupaten Toba, Sumatera Utara, agar mampu menjangkau pasar internasional. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam, pariwisata, serta produk unggulan daerah dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi lokal sekaligus memperluas peluang kerja sama global.
Hal tersebut disampaikan Husein dalam agenda BKSAP Day yang berlangsung di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Senin (26/10/2026). Ia menilai bahwa pengembangan potensi daerah menuju pasar internasional tidak hanya bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat setempat, termasuk generasi muda, untuk mengembangkan usaha dan membangun masa depan di daerah asalnya.
“Karena itu, membawa potensi Toba menuju pasar global berarti membuka kesempatan bagi orang-orang di baliknya. Termasuk generasi muda yang ingin membangun masa depan dari daerahnya sendiri. Selain potensi, banyak faktor-faktor pendukung yang dibutuhkan untuk akses pasar global yang lebih luas,” ujar Husein dalam agenda BKSAP Day ke Toba, Sumatera Utara, Senin (26/10/2026)
BKSAP Siap Jembatani Potensi Daerah ke Pasar Internasional
Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa BKSAP DPR RI memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi daerah melalui penguatan hubungan dan kerja sama internasional.
Menurut Husein, fungsi diplomasi parlemen yang dijalankan BKSAP dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses daerah terhadap berbagai peluang kerja sama dengan mitra internasional.
Selain menjalankan fungsi diplomasi luar negeri, BKSAP DPR RI juga memiliki jejaring kerja sama global yang dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah kepada berbagai pihak di tingkat internasional.
Dalam konteks tersebut, Husein menilai BKSAP dapat berperan sebagai katalisator atau penghubung yang mempertemukan kebutuhan pengembangan ekonomi daerah dengan peluang kerja sama yang tersedia melalui jejaring diplomasi parlemen.
“BKSAP DPR RI Hadir sebagai katalisator kerjasama secara global dengan jejaring global. Peran kami (BKSAP DPR RI) membukakan pintu komunikasi, mempertemukan kebutuhan dengan jejaring yang relevan serta mendorong agar aspirasi daerah dapat memperoleh ruang dalam kerja sama internasional,” jelasnya.
Husein berpandangan bahwa upaya memperkenalkan potensi Kabupaten Toba ke pasar global membutuhkan dukungan berbagai faktor, termasuk penguatan komunikasi, perluasan jejaring, serta identifikasi sektor unggulan yang memiliki peluang untuk dikembangkan.
Oleh karena itu, pengembangan kerja sama internasional perlu didasarkan pada kebutuhan nyata daerah agar peluang yang dibuka dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Gali Aspirasi Pemerintah Daerah untuk Perluas Kerja Sama Global
Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi Kabupaten Toba ke tingkat internasional, BKSAP DPR RI melakukan penggalian aspirasi bersama Bupati Toba dan jajaran Pemerintah Kabupaten Toba.
Pertemuan tersebut menjadi sarana untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai berbagai potensi unggulan daerah, kebutuhan pengembangan ekonomi, serta peluang kerja sama yang dapat dijajaki melalui hubungan internasional.
Husein menilai bahwa informasi dan aspirasi yang disampaikan pemerintah daerah merupakan bagian penting dalam menentukan sektor-sektor yang berpotensi diperkenalkan kepada mitra luar negeri.
Melalui komunikasi tersebut, BKSAP DPR RI diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan daerah secara lebih konkret dan tepat sasaran sehingga dapat menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan maupun forum internasional yang relevan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara kepentingan pembangunan daerah dan diplomasi parlemen Indonesia di tingkat global.
Dengan demikian, berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Toba diharapkan tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk menjangkau pasar dan jejaring kerja sama internasional yang lebih luas.
Pariwisata Danau Toba Jadi Salah Satu Potensi Unggulan
Kabupaten Toba memiliki potensi pariwisata yang dinilai dapat terus dikembangkan sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.
Salah satu daya tarik utamanya adalah kawasan Danau Toba yang merupakan bagian dari Kaldera Toba UNESCO Global Geopark. Kawasan tersebut memiliki kekayaan bentang alam dan potensi wisata yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Keberadaan kawasan geopark tersebut menjadi salah satu modal penting dalam memperkenalkan potensi pariwisata Toba kepada masyarakat internasional.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah kunjungan wisatawan nasional ke Kabupaten Toba pada 2025 mencapai sekitar 714.000 kunjungan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menggambarkan potensi sektor pariwisata yang dapat terus dioptimalkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Selain pariwisata, Kabupaten Toba juga memiliki lebih dari 10.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari aktivitas perekonomian daerah.
Keberadaan para pelaku UMKM tersebut merupakan salah satu potensi yang dapat didorong melalui perluasan akses pasar, penguatan jejaring usaha, serta pembukaan peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Dalam konteks pengembangan ekonomi daerah, penguatan sektor pariwisata dan UMKM diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Sektor Pertanian Toba Berpeluang Dikembangkan ke Pasar Global
Selain memiliki keunggulan di sektor pariwisata, Kabupaten Toba juga dikenal sebagai daerah yang mempunyai potensi pertanian dengan sejumlah komoditas unggulan.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah kopi, dengan produksi biji kopi yang disebut mencapai 4.254,29 ton setiap tahun.
Potensi produksi kopi tersebut menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah yang dapat dikembangkan untuk memperluas peluang pemasaran, termasuk kemungkinan menjangkau konsumen di pasar internasional.
Tidak hanya kopi, Kabupaten Toba juga memiliki berbagai komoditas pertanian lainnya, seperti jagung, bawang merah, dan beras.
Keberagaman hasil pertanian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi Kabupaten Toba memiliki peluang yang tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga pada penguatan produksi dan pemasaran komoditas unggulan daerah.
Optimalisasi potensi pertanian dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperluas aktivitas ekonomi lokal dan membuka kesempatan bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing produknya.
Melalui fungsi diplomasi parlemen dan jejaring kerja sama internasional yang dimiliki BKSAP DPR RI, berbagai potensi tersebut diharapkan dapat memperoleh ruang untuk diperkenalkan kepada mitra global yang relevan.
Husein menekankan pentingnya membuka kesempatan bagi masyarakat daerah agar dapat memperoleh manfaat dari pengembangan potensi ekonomi yang dimiliki wilayahnya.
Dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah serta memanfaatkan peluang diplomasi internasional, BKSAP DPR RI diharapkan dapat mendukung upaya memperkenalkan sektor pariwisata, UMKM, dan pertanian Kabupaten Toba ke pasar global.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan ekonomi daerah yang lebih inklusif, memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat, serta meningkatkan daya saing potensi lokal Indonesia di tingkat internasional.





