LAHAT, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Gerindra, Sri Meliyana, meninjau Gudang Bulog Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pangan masyarakat berjalan optimal. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan terhadap kesiapan stok pangan di wilayah Sumatera Selatan.
Dalam kunjungan itu, Sri Meliyana meninjau langsung sistem penyimpanan dan distribusi beras yang dijalankan Bulog Lahat. Ia juga berdialog dengan jajaran Bulog terkait kesiapan menghadapi peningkatan kebutuhan pangan masyarakat.
Bulog Kabupaten Lahat saat ini mengampu distribusi pangan untuk Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Pali, dan Kota Prabumulih. Untuk memperlancar pendistribusian beras ke wilayah tersebut, Bulog Lahat turut didukung gudang penyangga di Pagar Alam dan Empat Lawang.
Dalam operasionalnya, Bulog Lahat hanya menangani persediaan beras dan minyak goreng. Gudang beras yang dimiliki memiliki kapasitas hingga 2.000 ton dan dikelola menggunakan sistem first in first out (FIFO) guna menjaga kualitas serta kestabilan stok.
Sri Meliyana menilai penguatan distribusi pangan harus dibarengi dengan peningkatan penyerapan hasil pertanian masyarakat. Menurut dia, kerja sama antara Bulog dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Harus ada kerja sama antara Bulog dan pemerintah daerah untuk menyerap sebanyak mungkin hasil sawah petani,” tegas anggota Komisi IX ini.
Selain penyerapan hasil panen, Sri Meliyana juga menyoroti pentingnya kesiapan Bulog dalam menghadapi peningkatan kebutuhan beras, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena itu, ia meminta Bulog Kabupaten Lahat mulai memetakan kebutuhan beras harian di enam daerah yang berada dalam cakupan distribusinya.
Menurut Sri, langkah antisipatif tersebut penting agar keberhasilan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dapat terus dijaga. Ia menegaskan, ketersediaan stok dan distribusi yang stabil menjadi fondasi utama agar swasembada pangan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sementara itu, pihak Bulog Kabupaten Lahat memastikan distribusi beras bantuan maupun kebutuhan masyarakat selama ini berjalan lancar. Bulog juga menyatakan stok pangan yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya.
Adapun penyerapan gabah kering dari petani lokal saat ini masih berkisar 10 hingga 15 persen dari total kebutuhan. Sisanya dipasok dari Gudang Bulog Palembang dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur karena sebagian besar petani lokal lebih memilih menjual beras dibandingkan gabah kering.
Di sisi lain, Bulog Kabupaten Lahat mengakui masih terdapat tantangan dalam aspek sumber daya manusia (SDM). Keterbatasan tenaga operasional dinilai menjadi salah satu kendala dalam mendukung distribusi pangan di enam kabupaten dan kota yang berada dalam wilayah kerjanya.





