“Gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Utara maupun di Maluku Utara itu lumayan kuat, 7,6 Skala Richter. Jadi tentunya, biasanya setiap ada gempa baru, selalu ada gempa-gempa susulan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan mencari lokasi aman apabila terjadi gempa susulan, seperti titik kumpul di lapangan terbuka yang jauh dari bangunan dan jaringan listrik.
“Masyarakat yang ada di pinggir pantai diharapkan untuk mencari tempat yang lebih tinggi. Dan bila terjadi gempa susulan, diharapkan mencari titik kumpul seperti lapangan yang tidak ada bangunan dan jaringan listrik,” jelasnya.
Menurutnya, ketenangan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat, sehingga masyarakat diminta untuk tidak panik namun tetap siaga.
“Untuk masyarakat, tetap tenang, jangan panik dalam menghadapi situasi gempa bumi ini,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong pemerintah melalui instansi terkait seperti BNPB, Basarnas, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan untuk segera turun ke lapangan melakukan evakuasi dan menyiapkan bantuan bagi masyarakat terdampak.
“Kami meminta BNPB, Basarnas, Kemensos, dan Kemenkes untuk sesegera mungkin turun ke daerah bencana melakukan evakuasi, menyiapkan tenda bagi rumah yang runtuh, serta menyediakan makanan siap saji dan obat-obatan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa langkah cepat dan terkoordinasi sangat penting untuk menekan dampak kerusakan serta meminimalisir korban jiwa, sehingga dengan kewaspadaan masyarakat dan respons cepat pemerintah diharapkan penanganan bencana dapat berjalan optimal dan keselamatan warga tetap terjaga.