Berita Parlemen

Sekolah Tani PTI 2025 Resmi Dibuka di Cianjur, Endang Thohari Dorong Akses Pupuk dan Penguatan Peran Pemuda

Screenshot 435

CIANJUR, FraksiGerindra.id — Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Tani Indonesia (DPC PTI) Kabupaten Cianjur resmi membuka program Sekolah Tani 2025 di Wisma Kemensos Ciloto, Puncak Cianjur, pada Sabtu (29/11/2025). Acara tersebut sekaligus menjadi momentum penyerahan Surat Keputusan (SK) Ketua PAC PTI se-Kabupaten Cianjur dengan mengangkat tema “Pemuda Bangkit, Tani Makmur, Pemuda Tani Keren!”

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. Ir. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc, perwakilan PT Tribuana Inovasi Drs. Ahmad Danial, M.Si, Direktur Agraria Institute Dede Firman Karim, serta unsur TNI, Polri, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Endang Setyawati Thohari menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menurunkan harga pupuk hingga 20 persen dan memastikan distribusi lebih tepat sasaran.

“Pak Prabowo sangat konsen dengan penurunan harga pupuk 20 persen dan insya Allah dapat langsung diterima petani karena sekarang tidak ada distributor lagi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Koperasi Merah Putih direncanakan menjadi lokasi penyimpanan pupuk guna meningkatkan kemudahan akses bagi petani.

“Sekarang cukup pakai KTP dengan keterangan pekerjaan sebagai petani. Itu sudah bisa. Kuotanya tadi juga sudah disampaikan oleh Kadis,” ujarnya.

Endang juga menegaskan pentingnya keseimbangan penggunaan pupuk, khususnya antara NPK dan urea.

“Saya terus mengawal sosialisasi agar penggunaan NPK dan urea seimbang. Jangan terlalu banyak urea agar tidak hanya menghasilkan daun hijau,” ujarnya.

Selain itu, Endang menyoroti kinerja Bulog Cianjur dalam penyaluran beras program SPHP.

“Beras SPHP di Cianjur paling bagus. Berasnya berasal dari petani lokal, berbeda dengan beberapa daerah lain yang menerima beras sisa impor. Bahkan Bulog Cianjur siap mendistribusikan ke daerah lain yang kekurangan.”

Ia kembali menekankan pentingnya peran pemuda dalam mengawal program pertanian.

“Pemuda Tani harus mengawal pupuk, beras, dan seluruh program supaya tepat sasaran. Pemuda lebih lincah dan ada PAC di tiap wilayah yang bisa berperan.”

Ketua DPC PTI Cianjur, Rendi Taufik Ismail, menilai penurunan harga pupuk bersubsidi sebagai kabar baik bagi petani dan menegaskan pentingnya pengawasan bersama.

“Penurunan harga pupuk ini adalah kebahagiaan bagi petani dan harus kita kawal. Termasuk seluruh program pemerintah yang berkaitan dengan pertanian,” ujar Rendi.

Ia menekankan pentingnya regenerasi petani melalui wadah yang disediakan Pemuda Tani.

“Saya berpesan kepada para ketua PAC yang baru dilantik agar bersemangat. Dunia pertanian sangat prospektif bagi pemuda. Banyak pemuda sebenarnya tertarik, tetapi belum memiliki wadah untuk menyalurkan kemampuan dan potensi mereka.”

Rendi menjelaskan bahwa PTI hadir sebagai ruang kreativitas dan keterampilan pemuda dalam bidang pertanian, sekaligus mendukung peningkatan ekonomi daerah. Ia juga menyoroti kebutuhan mekanisasi pertanian.

“Produksi pertanian membutuhkan mekanisasi dan teknologi untuk mempercepat proses budidaya, meningkatkan efektivitas perawatan, dan menghasilkan produksi yang lebih baik.”

Terkait isu lain dalam sektor pertanian, Rendi menegaskan bahwa pihaknya saat ini fokus pada penguatan internal organisasi.

“Untuk isu-isu pengalihan dan lainnya, saya belum banyak informasi karena fokus kami adalah mendorong para pemuda ikut dulu berkumpul, lalu menjalankan program-program pertanian.”

Ia meminta pihak terkait untuk aktif menyosialisasikan aturan pupuk bersubsidi.

“Pupuk Indonesia harus segera melakukan sosialisasi agar informasi di lapangan tidak simpang siur. Agen dan kelompok tani perlu memahami aturan penyaluran pupuk sesuai ketentuan yang berlaku.”

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *