Berita Parlemen

Tinjau Gudang Bulog di Ambon, Titiek Soeharto Pastikan Stok dan Kualitas Beras Aman

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto saat memimpini Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI m20261010061640

AMBON, FraksiGerindra.id — Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto memastikan persediaan beras di Provinsi Maluku dalam kondisi mencukupi dengan kualitas yang tetap terjaga. Ia juga mengapresiasi capaian Perum Bulog yang berhasil melampaui target pengadaan beras nasional sebesar empat juta ton serta menekankan pentingnya langkah cepat dalam menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Titiek Soeharto saat melakukan peninjauan langsung ke Kompleks Pergudangan Bulog Nusaniwe, Ambon, Maluku, dalam rangka Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI, Jumat (9/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan cadangan beras sekaligus memeriksa kualitas komoditas pangan yang disimpan di gudang Bulog.

“Kami meninjau gudang Bulog yang ada di (Ambon) sini untuk melihat sendiri stoknya apakah cukup untuk provinsi ini, kemudian kualitas berasnya apakah bagus atau tidak. Ternyata setelah kami cek, stoknya cukup banyak dan kualitasnya bagus,” paparnya.

Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menjelaskan bahwa pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada jumlah persediaan, tetapi juga mencakup masa penyimpanan beras. Menurutnya, pengawasan terhadap usia simpan menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan beras yang didistribusikan kepada masyarakat tetap memenuhi standar kelayakan konsumsi.

Dalam peninjauan tersebut, Titiek memastikan bahwa arahan Komisi IV DPR RI mengenai pembatasan masa penyimpanan beras maksimal enam bulan telah dilaksanakan oleh Bulog. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan beras yang disimpan melebihi batas waktu tersebut, sementara kondisi fisik dan kualitas beras dinilai masih baik.

“Kita minta bahwa beras di gudang Bulog tidak ada yang umurnya di atas enam bulan. Tadi kami cek ternyata tidak ada yang di atas enam bulan, dan walaupun ukuran berasnya kecil-kecil, tetapi kualitasnya bagus. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di sini,” jelas Titiek.

Selain memastikan kondisi cadangan beras di Maluku, Titiek turut memberikan apresiasi atas kinerja Perum Bulog dalam memenuhi target pengadaan beras nasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan capaian penting yang perlu dipertahankan dan terus ditingkatkan guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ia berharap keberhasilan pengadaan beras dalam jumlah besar dapat diikuti dengan pengelolaan cadangan pangan yang optimal sehingga kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Selamat, tadi kita syukuran karena Bulog sudah bisa mencapai target stok empat juta ton setara beras. Selamat untuk Bulog atas prestasinya, mudah-mudahan ini bisa dipertahankan, ditingkatkan lagi, dan senantiasa bisa menjaga stok beras di negeri ini,” urainya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq menyampaikan bahwa realisasi pengadaan beras nasional hingga 8 Oktober 2026 telah mencapai 4.115.014 ton setara beras. Jumlah tersebut setara dengan 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar empat juta ton sebagaimana diamanatkan melalui Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2026.

Capaian tersebut berhasil direalisasikan sebelum berakhirnya tahun 2026 dan tercatat sebagai pengadaan beras tertinggi sepanjang sejarah Perum Bulog. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan Bulog dalam memenuhi penugasan pemerintah untuk memperkuat cadangan pangan nasional.

Meski demikian, Titiek mengingatkan bahwa keberhasilan pengadaan beras harus diimbangi dengan upaya menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen. Ia menegaskan bahwa Bulog memiliki tanggung jawab strategis dalam menjalankan fungsi stabilisasi harga, terutama ketika terjadi kenaikan harga beras di pasaran.

Karena itu, ia meminta Bulog meningkatkan kesiapsiagaan dalam memantau perkembangan harga dan segera mengambil langkah intervensi pasar apabila ditemukan gejolak yang berpotensi membebani masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar ketersediaan cadangan beras nasional memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui harga yang tetap terjangkau.

“Agar harga beras tidak melambung dan tidak menyusahkan masyarakat, Bulog harus cepat-cepat masuk untuk menetralisir supaya harga beras bisa terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Di sela-sela kegiatan peninjauan, Titiek Soeharto bersama rombongan Komisi IV DPR RI juga menyerahkan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat sekitar. Bantuan tersebut meliputi paket sembako bagi pekerja perempuan, pompa air untuk menunjang kebutuhan fasilitas rumah ibadah, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak yatim.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Ambon, selain agenda pengawasan terhadap pengelolaan cadangan beras dan upaya menjaga stabilitas pangan di wilayah Maluku.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *