PURWAKARTA, FraksiGerindra.id — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, melakukan kunjungan kerja ke gudang Perum Bulog di kawasan Ciwangi, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (4/5/2026), guna melihat langsung kondisi ketersediaan dan pengelolaan cadangan beras di wilayah Purwakarta dan Subang.
Dalam kunjungan tersebut, Putih Sari bertemu Kepala Bulog Subang, Laswendri, beserta jajaran yang membawahi wilayah Subang dan Purwakarta. Dari hasil peninjauan, ia memastikan bahwa persediaan beras yang tersimpan berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
Berdasarkan data yang dipaparkan, stok beras di Gudang Bulog Ciwangi saat ini mencapai 70 ribu ton dan sebagian besar berasal dari hasil produksi petani lokal. Sementara kebutuhan beras masyarakat di Kabupaten Purwakarta dan Subang tercatat sekitar 16 ribu ton per tahun, masing-masing sekitar 8 ribu ton. Dengan demikian, cadangan yang tersedia dinilai berada dalam posisi surplus.
“Sebagian besar stok beras ini berasal dari hasil kerja keras petani Purwakarta dan Subang. Ini menunjukkan peran penting daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Selain memastikan kecukupan jumlah stok, Putih Sari juga meninjau sistem penyimpanan dan kesiapan distribusi untuk memastikan proses penyaluran beras dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan menjaga stabilitas pasokan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada besarnya stok, tetapi juga pada kesinambungan produksi pertanian daerah. Karena itu, Putih Sari berharap para petani terus semangat dalam menjalankan usaha taninya sambil meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan iklim yang dapat memengaruhi hasil panen.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, petani, Bulog, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat pengawasan terhadap cadangan pangan pemerintah sekaligus memastikan kesiapan distribusi beras bagi masyarakat, khususnya di wilayah Purwakarta dan Subang.





