JAKARTA, Fraksigerindra.idPemerintah melalui PT Kimia Farma Tbk menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 berbayar. Vaksin yang digunakan adalah Sinopharm.

Menurut Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, permintaan adanya program vaksinasi Covid-19 mandiri berbayar itu memang sudah ada dari banyak pihak.

“Contohnya perusahaan yang ingin memvaksin karyawan karyawannya,” ucap Dasco di DPR, Senin (12/7).

Meski begitu, ia menegaskan, program vaksin Covid-19 gratis dari pemerintah tetap harus dijalankan walau nantinya ada yang berbayar.

 

“Tetapi yang vaksin gratis juga tetap musti jalan untuk masyarakat yang sudah dialokasikan pemerintah,” kata Dasco.

Untuk diketahui, Vaksinasi berbayar di ini sebesar Rp 321.660 per dosis dan harga layanan vaksinasi Rp 117.910 per dosis. Sehingga, total masyarakat harus membayar Rp 439.570 untuk satu kali suntikan vaksin.

Sementara itu, vaksinasi Covid-19 membutuhkan dua kali suntikan vaksin untuk membentuk kekebalan tubuh. Dengan begitu, masyarakat harus membayar Rp 879.140 untuk dua dosis vaksin Sinopharm.

Dasco berpendapat semua masyarakat bebas memilih ini mengikuti program vaksinasi gratis dari pemerintah atau pun berbayar.

“Kira kira kan ini vaksinnya ada macem-macem nanti, memilih vaksin itu boleh, kemudian ikut fasilitas vaksin mandiri dengan memilih vaksin yang dikehendaki,” papar dia.

“Nah tapi kemudian tadi sudah saya bilang saya sudah sampaikan bahwa fasilitas vaksin gratis yang disiapkan pemerintah ini kan terus juga berjalan dan gratis,” tutup Dasco.

Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *