Berita Parlemen

Pertemuan PP PIRA dan Delegasi PAP Women’s Wing Singapura, Perkuat Jejaring Politik Perempuan Asia Tenggara

WhatsApp Image 2026 05 19 at 15.15.47 1 e1779180040575

JAKARTA, FraksiGerindra.id — Pimpinan Pusat Perempuan Indonesia Raya (PP PIRA) menerima kunjungan delegasi The Women’s Wing People’s Action Party (PAP) Singapura dalam sebuah pertemuan strategis yang berlangsung di Ruang Rapat Fraksi Gerindra DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi serta membangun kolaborasi politik perempuan yang inklusif dan berkeadilan di kawasan Asia Tenggara.

Ketua Umum PP PIRA, Dr. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan salam perjuangan khas PIRA, “PIRA, luar biasa!”, sekaligus menyambut hangat delegasi PAP Women’s Wing yang dipimpin oleh Sim Ann selaku Chairperson PAP Women’s Wing merangkap Senior Minister of State Ministry of Foreign Affairs dan Ministry of Home Affairs Singapura. Delegasi juga dihadiri sejumlah tokoh perempuan parlemen dan pengurus PAP Women’s Wing seperti Diana Pang, Gho Sze Kee, Hazlina Abdul Halim, Lee Hui Ying, Chan Hui Yuh, Ng Hsueh Ling, Monisha Cheong, hingga Gan Sue Ann.

Dalam kesempatan tersebut, Novita memperkenalkan sejumlah tokoh perempuan yang hadir, di antaranya Bianti Djiwandono, Maryani Djojohadikusumo, Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, Marlyn Maisarah, Wahyu Fibrianti Prasetyo, dr. Felicitas Tallulembang, Hj. Mariana, Ginka Febrianti, Melly Goeslaw, Hj. Rahmawati, S.H., Hj. Kartika Sandra Desi, drg. Putih Sari, Annisa Mahesa, dan Ruby Chairani Syiffadia. Beberapa di antaranya merupakan anggota DPR RI Fraksi Gerindra periode 2024-2029 sekaligus pengurus pusat PIRA, yang menunjukkan semakin kuatnya keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan politik dan parlemen nasional.

Novita juga menjelaskan perkembangan partisipasi politik perempuan di Indonesia, termasuk peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen pada periode saat ini. Ia menegaskan bahwa Partai Gerindra terus mendorong ruang partisipasi perempuan yang lebih besar dalam politik dan kepemimpinan nasional.

“PIRA bangga menjadi wadah perjuangan politik perempuan yang terus mendorong perempuan Indonesia agar semakin aktif, berdaya, dan terlibat dalam pengambilan keputusan strategis bangsa,” ujarnya.

Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai kunjungan seremonial semata, melainkan berkembang menjadi kerja sama nyata dan berkelanjutan antara perempuan Indonesia dan Singapura di berbagai bidang.

“Kami berharap ke depan dapat membangun berbagai program bersama antar perempuan Indonesia dan Singapura, baik dalam penguatan kapasitas kepemimpinan, pemberdayaan perempuan, maupun pengembangan komunitas,” lanjutnya.

Sementara itu, Chairperson PAP Women’s Wing sekaligus Senior Minister of State Singapura, Sim Ann, menjelaskan bahwa PAP Women’s Wing terus mendorong penguatan peran perempuan melalui empat fokus utama kebijakan, yakni Careers & Leadership, Health & Well-being, Safety & Respect, serta Seasons of Life. Fokus tersebut mencakup penguatan kepemimpinan perempuan, kesejahteraan fisik dan mental, perlindungan perempuan, hingga dukungan bagi perempuan dalam setiap fase kehidupan. Dalam sambutannya, Sim Ann juga menegaskan pentingnya pertukaran pengalaman antar organisasi perempuan di kawasan Asia Tenggara.

“Every year we try to do study trips because we want to learn from women organizations, and Indonesia is of course an important partner. We meet many inspiring women leaders and learn from one another.”

(“Setiap tahun kami berupaya melakukan kunjungan studi karena kami ingin belajar dari organisasi-organisasi perempuan, dan Indonesia tentu merupakan mitra penting bagi kami. Kami bertemu banyak pemimpin perempuan inspiratif dan saling belajar satu sama lain.”)

Ia juga menyoroti peran perempuan modern yang semakin kompleks dan strategis di tengah perubahan sosial global.

“Women are multi-taskers, and it is important that policies continue to support women through different seasons of life.”

(“Perempuan memiliki banyak peran sekaligus, dan penting bagi kebijakan publik untuk terus mendukung perempuan dalam setiap fase kehidupannya.”)

Dalam sesi diskusi, berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari penguatan kepemimpinan perempuan, budaya gotong royong, pengelolaan komunitas, charity, hingga transfer teknologi pengelolaan sampah.

Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari menyoroti pentingnya kolaborasi transfer teknologi antara Indonesia dan Singapura, khususnya dalam pengelolaan sampah dan lingkungan.

“Kami melihat Singapura sangat maju dalam pengelolaan sampah dan lingkungan. Ini menjadi hal yang ingin kami pelajari lebih lanjut melalui kerja sama perempuan kedua negara,” ujarnya.

Di sisi lain, Maryani Djojohadikusumo juga menegaskan bahwa fokus utama PIRA adalah mendorong semakin banyak perempuan terlibat aktif dalam politik dan pengambilan keputusan publik.

“Our main core is involvement in politics, including as many women as possible,” ujarnya.

(“Fokus utama kami adalah keterlibatan dalam politik, termasuk mendorong sebanyak mungkin perempuan untuk terlibat.”)

Sementara itu, Bianti Djiwandono turut menyinggung pentingnya pendekatan seasons of life yang dimulai sejak masa kandungan, termasuk perhatian terhadap nutrisi ibu dan anak. Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas generasi masa depan Indonesia.

“The seasons of life approach starts from the mother’s womb, including nutrition and early childhood development. Programs like Free Nutritious Meals are important investments for the future generation.”

(“Pendekatan seasons of life dimulai sejak dalam kandungan, termasuk pemenuhan nutrisi dan tumbuh kembang anak sejak dini. Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi penting bagi generasi masa depan.”)

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh dialog konstruktif, sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk memperkuat jejaring perempuan lintas negara dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif, berdaya, dan berkeadilan di Asia Tenggara.

 

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *