BOGOR, Fraksigerindra.id — Anggota DPR RI Komisi V, Marlyn Maisarah, melakukan kunjungan kerja ke Perum BULOG Kantor Cabang Bogor untuk memastikan langsung ketersediaan stok beras dan komoditas pangan bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya, Sabtu, 25 April 2026.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Marlyn dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan, tetap tersedia, aman, dan terjangkau. Menurutnya, urusan beras bukan hanya soal data dan angka di gudang, tetapi menyangkut kebutuhan dapur masyarakat dan ketenangan keluarga.
Dalam kunjungan tersebut, Marlyn menerima paparan langsung dari jajaran BULOG terkait kondisi stok, kapasitas gudang, realisasi pengadaan gabah dan beras, serta penyaluran komoditas pangan kepada masyarakat.
Kegiatan ini disambut langsung oleh Dadan Irawan, Pimpinan BULOG Kantor Cabang Bogor, dan Nurman Susilo, Pimpinan BULOG Kantor Wilayah Jawa Barat. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Heri Gunawan, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Partai Gerindra.
Tidak sekedar menerima penjelasan, Marlyn juga turun langsung mengecek kondisi gudang BULOG KC Bogor. Ia melihat secara langsung ketersediaan beras yang tersimpan di gudang untuk memastikan bahwa stok pangan benar-benar tersedia, aman, dan siap disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurut Marlyn, pengecekan langsung ke gudang penting dilakukan agar pengawasan tidak hanya bertumpu pada laporan, tetapi juga melihat kondisi riil di lapangan.
“Yang paling penting, masyarakat harus merasa tenang. Stok beras harus aman, distribusi harus lancar, dan harga harus tetap dijaga agar tidak memberatkan masyarakat,” ujar Marlyn.
Berdasarkan penjelasan BULOG, wilayah kerja BULOG KC Bogor mencakup Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok. Untuk mendukung kegiatan operasional, BULOG KC Bogor memiliki satu kompleks gudang dengan lima unit gudang berkapasitas utama 7.000 ton, serta didukung sejumlah gudang filial atau sewa di beberapa lokasi.
Dalam kesempatan itu, BULOG menyampaikan bahwa stok beras PSO di KC Bogor tercatat sebesar 10.141.795 kg. Selain beras, tersedia pula stok minyak PSO, jagung, dan kemasan untuk mendukung kebutuhan distribusi pangan di wilayah kerja BULOG Bogor.
Marlyn menegaskan bahwa ketersediaan stok pangan harus terus dijaga, terutama beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Ia meminta BULOG tidak hanya memastikan stok tersedia, tetapi juga memperkuat langkah stabilisasi harga agar masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga pangan.
Menurutnya, negara harus hadir dalam urusan pangan. Kehadiran BULOG di daerah menjadi salah satu bentuk nyata perlindungan bagi masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan, menstabilkan harga kebutuhan pokok, dan memastikan masyarakat, khususnya kelompok rentan, tetap mendapatkan perlindungan di tengah dinamika pasokan dan harga pangan.
Marlyn juga mendorong agar koordinasi antara BULOG, pemerintah daerah, dan mitra distribusi terus diperkuat. Hal ini penting agar penyaluran pangan dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan mudah diakses masyarakat.
BULOG KC Bogor juga melaporkan bahwa realisasi pengadaan GKP tahun 2026 telah mencapai 17.112.354 kg dari target 19.171.884 kg, atau sekitar 89,26 persen dari target tahun berjalan. Capaian ini menunjukkan bahwa proses penyerapan gabah dan beras di wilayah Bogor berjalan positif.
Selain memastikan ketersediaan stok, kunjungan ini juga membahas penyaluran bantuan pangan serta program stabilisasi pasokan dan harga pangan. Untuk wilayah kerja KC Bogor, jumlah penerima bantuan pangan alokasi Februari-Maret 2026 tercatat sebanyak 657,205 PBP, yang tersebar di Kabupaten Bogor.
Marlyn berharap program bantuan pangan dan penyaluran beras SPHP dapat terus dioptimalkan agar manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat.
“Bantuan pangan dan beras SPHP harus betul-betul dirasakan masyarakat. Jangan sampai stok ada, tetapi masyarakat sulit mendapatkan akses. Ini yang harus terus kita kawal bersama,” tegasnya.
Melalui kunjungan kerja ini, Marlyn memastikan bahwa DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kesiapan lembaga pangan, khususnya dalam menjaga ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta stabilisasi harga pangan di daerah.
Ia juga mengapresiasi jajaran BULOG KC Bogor dan Kanwil Jawa Barat yang telah bekerja menjaga pasokan pangan di wilayah Bogor, Kota Bogor, dan Depok. Marlyn berharap kerja-kerja lapangan seperti ini terus diperkuat agar masyarakat merasa lebih aman dan terlindungi dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa pengawasan pangan tidak boleh hanya dilakukan dari balik meja, tetapi juga harus turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya dan memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.





