BREBES, FraksiGerindra.id — Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, meninjau Gudang Perum Bulog Cimohong, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026), guna memastikan ketersediaan cadangan beras pemerintah tetap aman di tengah dinamika geopolitik global dan penguatan agenda swasembada pangan nasional.
Kunjungan tersebut didampingi Pemimpin Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah, Sri Muniati, bersama jajaran Bulog setempat. Dalam kesempatan itu, Bulog memaparkan bahwa stok beras yang dikuasai Kanwil Jawa Tengah hingga akhir April 2026 mencapai 372.362 ton setara beras. Sekitar 80 persen di antaranya telah berbentuk beras siap salur, sedangkan sisanya masih berada dalam proses pengolahan.
Sri Muniati memastikan cadangan yang tersedia saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan bantuan pangan pemerintah maupun penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dapat diakses masyarakat. Bahkan, menurutnya, stok beras Jawa Tengah diproyeksikan aman hingga akhir tahun.
“Kami masih melakukan serapan gabah beras. Target yang sudah kami realisasikan sampai 1 Mei 2026 mencapai 200 ribu ton dari total 374 ribu ton target setahun. Lebih kurang 52 persen dari target satu tahun sudah dapat kami capai sampai akhir April 2026,” jelasnya.
Ia menambahkan, tingginya realisasi serapan membuat kapasitas gudang induk Bulog tidak lagi mencukupi, sehingga Bulog menjalin kerja sama dengan gudang mitra milik swasta maupun BUMN untuk mengoptimalkan penyimpanan hasil pengadaan.
“Alhamdulillah sampai saat ini masih cukup memadai. Penawaran kerja sama gudang masih kami terima, mudah-mudahan bisa digunakan untuk mengoptimalkan serapan,” kata Sri.
Selain melakukan penyerapan, Bulog Jawa Tengah saat ini juga tengah menyalurkan bantuan pangan yang progresnya telah mencapai sekitar 30 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026.
Sementara itu, Muhammad Hekal mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari penugasan Fraksi Partai Gerindra DPR RI untuk melihat langsung kesiapan fasilitas Bulog sekaligus memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian situasi global.
“Alhamdulillah hari ini kita mendapat kabar gembira dari Pinwil Bulog Jateng bersama Wakil Bupati Brebes dan Pinca Bulog Tegal. Stok sangat cukup, bahkan kita lihat gudangnya penuh,” ucap Hekal.
Menurut Hekal, ketersediaan stok beras yang kuat di sentra produksi seperti Brebes dan Tegal menjadi sinyal positif bahwa agenda swasembada pangan nasional mulai berjalan sesuai arah yang diharapkan. Meski demikian, ia menilai penguatan ketahanan pangan juga harus dibarengi dengan pembenahan aspek pendukung lain, termasuk sektor pengemasan dan logistik.
Ia menyoroti masih adanya ketergantungan pada plastik kemasan impor yang menurutnya perlu mulai dipikirkan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam rantai pasok pangan nasional.
“Secara keseluruhan kegiatan Bulog ini cukup bagus. Di Brebes dan Tegal menjadi sumber beras, jadi kita tidak perlu khawatir akan ada kelangkaan. Masyarakat tidak perlu khawatir. Kalaupun konflik di luar negeri terus berlanjut, insya Allah kita pikirkan agar distribusi tetap lancar, harga tetap terjangkau, dan pemerintah tetap siap melayani kebutuhan masyarakat,” pungkas Hekal.





