JAKARTA, Fraksigerindra.id — Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Sugiono menngatakan bahwa langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam menaikkan tarif terhadap sejumlah produk asal Indonesia harus dilihat sebagai pengingat penting untuk memperkuat ketahanan nasional, khususnya di sektor ekonomi, pangan, dan energi.
Menlu menyebut kebijakan tersebut sebagai momentum untuk mempercepat agenda kemandirian yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Ini merupakan sesuatu yang harus kita sadari bahwa it’s a wake up call juga buat kita. Makanya saya kira apa yang dicanangkan oleh Pak Prabowo sudah on the right track. Kita ingin bisa swasembada, memenuhi kebutuhan pangan kita, energi kita, dan ini merupakan sesuatu yang basic yang harus dipenuhi,” ujar Sugiono, Rabu (9/7).
Lebih lanjut, Menlu menekankan pentingnya membangun fondasi ekonomi yang tangguh, tidak tergantung pada kekuatan luar, namun tetap menjaga hubungan internasional secara konstruktif.
“Kita bisa benar-benar membangun suatu kekuatan ekonomi yang tidak bergantung kepada siapa pun dan tetap bisa menjalankan hubungan luar negeri yang baik dengan siapa pun,” tambahnya.
Diketahui, pemerintahan Presiden Trump telah menetapkan tarif impor 32% terhadap produk Indonesia, yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2025. Tarif ini diumumkan melalui surat resmi dari Gedung Putih kepada Presiden Prabowo Subianto, dan dijadikan kelanjutan dari kebijakan tarif resiprokal yang sebelumnya diumumkan pada April.





