Berita Parlemen

M. Husni Dorong Penambahan Tenaga Kesehatan untuk Layanan Haji 2027

husn

YOGYAKARTA, FraksiGerindra.id — Penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu catatan penting dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Komisi VIII DPR RI menilai jumlah tenaga kesehatan Indonesia yang bertugas di Arab Saudi perlu ditambah pada musim haji 2027 agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan lebih optimal, terutama bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah yang membutuhkan penanganan medis.

Rekomendasi tersebut mengemuka dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan tersebut membahas evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026, termasuk kebutuhan pendampingan bagi jemaah Indonesia yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, proses pemberangkatan hingga pemulangan jemaah berlangsung lancar, termasuk pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

“Secara umum penyelenggaraan haji mulai dari pemberangkatan sampai pemulangan sudah berjalan baik. Di Arafah, Muzdalifah, dan Mina juga tidak terjadi persoalan yang begitu berarti,” ujar Husni di Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).

Meski demikian, legislator dari daerah pemilihan Sumatera Utara I itu menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat, khususnya pada layanan kesehatan. Berdasarkan evaluasi Komisi VIII DPR RI, jemaah yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi tetap membutuhkan pendamping dari tenaga kesehatan Indonesia.

Pendampingan tersebut dinilai penting untuk membantu komunikasi antara jemaah dan pihak rumah sakit, memahami kebiasaan pasien, serta memastikan konsumsi obat dilakukan sesuai anjuran medis.

Menurut Husni, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting dalam menyusun skema pelayanan kesehatan haji pada tahun berikutnya.

“Insyaallah kita akan mengusulkan untuk penyelenggaraan haji 2027 minimal dua kali lipat tenaga kesehatan yang harus kita siapkan di Arab Saudi,” katanya.

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menjelaskan, usulan penambahan tenaga kesehatan juga mempertimbangkan prediksi kondisi cuaca pada musim haji 2027 yang diperkirakan lebih panas dibandingkan tahun ini. Selain itu, profil jemaah Indonesia yang banyak berasal dari kelompok lanjut usia membuat dukungan layanan kesehatan menjadi semakin krusial.

“Kita masih melaksanakan haji yang ramah lansia dan ramah disabilitas. Karena itu dukungan tenaga kesehatan harus diperkuat agar pelayanan kepada jemaah semakin maksimal,” ujarnya.

Selain layanan kesehatan, Husni menilai penyelenggaraan ibadah haji 2026 telah menunjukkan sejumlah kemajuan dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun masih terdapat beberapa kendala teknis di lapangan, secara umum pelaksanaan ibadah haji dinilai semakin tertata dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik bagi jemaah Indonesia.

Ia berharap seluruh hasil evaluasi yang dihimpun Komisi VIII DPR RI dapat menjadi bahan perbaikan bagi Kementerian Haji dan Umrah dalam mempersiapkan penyelenggaraan haji 2027. Dengan begitu, kualitas pelayanan kepada jemaah Indonesia diharapkan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *