JAKARTA, Fraksigerindra.id — Kapoksi Komisi VIII DPR RI, HM Husni, terus gencar melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat. Pada Rabu (30/7) pagi, sosialisasi tersebut dilaksanakan di Jalan Rajawali, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara.
Dalam kesempatan itu, HM Husni menegaskan pentingnya pemahaman dan pengamalan terhadap Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, Undang-undang 1945 sebagai bentuk negara dengan republik dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara sudah final dan tidak boleh berpikir untuk mengutak-atiknya,” tegas Husni di hadapan warga.
Ia juga mengajak para tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga untuk bersama-sama menjaga keutuhan Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi berdirinya NKRI.
“Sebagai warga Indonesia yang baik, empat pilar kebangsaan ini harus dijaga karena merupakan landasan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya.
Lebih lanjut, Husni berharap setelah masyarakat memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar, mereka mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Setelah memahami 4 Pilar Kebangsaan tersebut, diharapkan masyarakat mampu mengamalkan apa yang ada dalam Pancasila. Selain itu juga akan senantiasa memahami UUD 45 sebagai sumber dari segala sumber hukum,” tambahnya.
Selain menyosialisasikan Empat Pilar, HM Husni juga memperkenalkan program prioritas pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, salah satunya adalah program Sekolah Rakyat.
“Sekolah Rakyat akan menjadi tumpuan baru bagi upaya pemerataan akses pendidikan berkualitas. Presiden Prabowo berkomitmen untuk memastikan setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, mendapatkan pendidikan yang layak. Sekolah Rakyat adalah jawaban terhadap tantangan pendidikan saat ini,” tegas Husni.
Program Sekolah Rakyat diyakini menjadi solusi pendidikan inklusif, khususnya bagi masyarakat kelas menengah ke bawah di wilayah pedesaan dan pinggiran kota yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.





