Berita Parlemen

DPR RI Dorong Pembangunan Hunian dan Pemulihan Psikologis bagi Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Barat

ade rezki 4

JAKARTA, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, saat ini adalah hunian layak serta perbaikan infrastruktur dasar yang rusak akibat bencana.

“Yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana adalah hunian (rumah) dan perbaikan infrastruktur. Mereka tidak punya apa-apa lagi, rumah-rumah hancur akibat banjir dan longsor,” katanya di Jakarta, Minggu, (14/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa proses pendataan lokasi dan jumlah hunian yang akan dibangun masih terus dilakukan, khususnya di wilayah Pelembayan, Maninjau, serta sejumlah daerah lain yang turut terdampak bencana. Pendataan tersebut masih menunggu data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan.

“Saat ini kita sedang mendata hunian yang akan dibangun di Pelembayan, Maninjau, dan beberapa daerah lain yang terkena bencana. Kita masih menunggu data yang akurat,” ujarnya.

Selain kebutuhan fisik berupa rumah, Ade Rezki Pratama juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis masyarakat terdampak. Menurutnya, trauma pascabencana menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani secara terpadu.

“Ada trauma yang dialami masyarakat yang terdampak. Kita sudah minta ke Wamenkes agar dilakukan recovery terhadap trauma yang dialami masyarakat, pengungsi dan kita juga dibantu oleh IDI, dokter militer, dokter polisi,” tambahnya.

Ade Rezki juga menambahkan bahwa kondisi di lapangan saat ini menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibandingkan dua pekan sebelumnya. Sejumlah wilayah yang sempat terisolasi akibat bencana kini mulai dapat diakses kembali, seiring terbukanya jalur-jalur transportasi yang sebelumnya tertutup.

“Alhamdulilah, kita sudah bisa mendatangi daerah-daerah yang terisolir. Sampai hari ini, kita tetap berlanjut menyalurkan bantuan berupa sembako, pakaian, selimut, obat-obatan,” katanya.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *