Berita dari Dapil

Bangkitkan Ekonomi Desa, DPR Dorong Pengawasan Koperasi Merah Putih

Wakil Ketua BKSAP Muhammad Husein Fadlulloh saat pertemuan dengan Wakil Duta Besar Australia untuk R20250124100518

MAKASSAR, Fraksigerindra.id — Program Koperasi Desa Merah Putih di Provinsi Sulawesi Selatan terus menunjukkan perkembangan, meski masih berada pada tahap awal pelaksanaan. Dari total 3.059 unit koperasi yang telah terbentuk, sebanyak 38 koperasi tercatat sudah aktif beroperasi dan mulai menjalankan kegiatan ekonomi di masyarakat. Rinciannya terdiri atas 2.266 koperasi desa dan 739 koperasi kelurahan.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Muhammad Husein Fadlulloh, menegaskan pentingnya supervisi dan pengawasan agar pelaksanaan program ini mencapai tujuan pemberdayaan ekonomi rakyat secara nyata.

“Program baru tidak bisa serta merta langsung sukses. Yang paling penting adalah bagaimana prosesnya dijalankan dan disupervisi secara berkelanjutan,” ujar Husein saat menghadiri pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur, Jumat (3/10/2025).

Husein juga menekankan perlunya keterlibatan aktif pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap koperasi yang telah terbentuk.

“Harus ada tahapan yang dijalani dan disupervisi dengan baik. Kami mendorong Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota untuk ikut mengawasi pelaksanaan program ini agar hasilnya maksimal,” lanjutnya.

Menurut Husein, supervisi mencakup kegiatan pembinaan, pendampingan, serta evaluasi kinerja koperasi oleh pihak berwenang. Langkah ini penting untuk memastikan koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi juga benar-benar produktif dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu contoh koperasi yang sudah menunjukkan kinerja positif adalah Koperasi Aeng Batu Batu di Kabupaten Takalar. Dalam waktu hanya dua bulan sejak berdiri, koperasi ini telah mengelola 11 unit usaha, meningkat dari tujuh unit sebelumnya.
Unit usaha tersebut antara lain meliputi apotek, klinik, agen LPG, agen pos, gerai sembako, penjualan pupuk, dan agen mandiri.

Sebagai Kampung Nelayan Merah Putih, koperasi ini juga mendapatkan dukungan tambahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupa fasilitas pabrik es, SPBN, kurs turet, 10 kapal, dan tambatan perahu.

Muhammad Husein menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa dengan pengawasan dan pembinaan yang tepat, koperasi rakyat dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing.



Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *